Pasangan mata uang Rupiah Indonesia (IDR) dan Dolar Amerika (USD) diprediksi akan mengalami pergerakan naik akibat publikasi data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

USDIDR telah terlihat bergerak turun dalam beberapa pekan terakhir yang menandakan bahwa Rupiah terus menguat terhadap Dolar Amerika.

Publikasi PDB Indonesia

Hari ini, Jumat, 5 Februari 2021, data PDB Indonesia telah dipublikasi pada pukul 09.00 WIB. Dikabarkan bahwa data perekonomian tersebut mengalami penurunan.

Data ini adalah data keseluruhan tahun 2020 dan juga data kuartal keempat Tahun 2020. Publikasi ini akan memberikan pandangan bagaimana perekonomian Indonesia bergerak di Tahun 2020.

Selain itu, publikasi data ini akan menunjukkan bagaimana tantangan Indonesia dari sisi perekonomian untuk pertumbuhan Tahun 2021.

Baca juga: Inflasi Eropa Naik di Bulan Januari, Akibat Kondisi Perekonomian Membaik

Terlihat bahwa hampir seluruh data tahunan mengalami penurunan, dimana jika dibandingkan dengan Tahun 2019, Tahun 2020 adalah tahun yang jauh dari baik.

Hal ini disebabkan oleh Covid-19 yang melanda perekonomian Indonesia dimana hampir seluruh sektor mengalami penurunan dalam kinerjanya.

Hasilnya terlihat bahwa untuk Tahun 2020, data pertumbuhan PDB berada di -2,07%, bersama data pertumbuhan kuartal keempat secara tahunan yang berada di -0,42%.

Kedua angka tersebut merupakan penurunan drastis dari Tahun 2019. Namun kabar baiknya secara pertumbuhan kuartal, pada kuartal keempat terjadi peningkatan dari kuartal ketiga Tahun 2020 dari -3,49% menjadi -2,19%.

USDIDR Diprediksi Naik

Akibat dari angka PDB ini, kemungkinan besar akan terjadi pergerakan naik dalam pasangan mata uang USDIDR.

Namun, nampaknya apresiasi ini hanya akan terjadi secara singkat dan tidak signifikan akibat belum ada sentimen yang kuat dari Amerika untuk mengangkat nilai Dolar Amerika kembali.

Pergerakan Harian USDIDR

Kemungkinan besar apresiasi hanya akan mencapai Rp14.069 sebelum kembali bergerak turun. Namun jika ternyata dorongan kuat, kemungkinan besar tujuan selanjutnya berada di Rp14.123.

Tapi kemungkinan besar nilai tukar akan kembali bergerak turun menuju Rp14.007 yang jika berhasil ditembus kemungkinan akan membawa Rupiah menguat terhadap USD menuju daerah Rp13.900.

Indikator RSI dan MACD masih terlihat netral bersama pembukaan hari ini yang masih terlihat stagnan. Kemungkinan besar apresiasi akan terjadi dalam jangka pendek akibat jika penutupan candlestick hari ini hijau, terbentuk pola morning doji star.

Tetapi, mengingat sentimen yang masih belum kuat dari Amerika, kemungkinan besar apresiasi hanya menuju Rp14.100 hingga Rp14.200 sebelum turun kembali.

Tags: