Bursa saham AS atau wall street menguat pada perdagangan Kamis (07/07) dan melanjutkan kenaikan secara beruntun jelang laporan data pekerjaan utama.

Pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones menguat 346,87 poin atau sekitar 1,12% ke posisi 31.384,55.  Indeks S&P 500 menguat 1,5% ke posisi 3.902,62. Kemudiaan, indeks Nasdaq bertambah 2,28% menjadi 11.621,35.

Indeks S&P 500 mencatat kemenangan beruntun selama empat hari, dan menyamai rentang terbaik tahun ini, menurut Bespke Investment Group.

Saham energi termasuk di antara yang memimpin kenaikan pada Kamis dan membalikkan beberapa kerugian baru-baru ini karena harga minyak yang mengaut. Saham Exxon naik 3,2% dan Occidental Petroleum bertambah hampir 4%.

Selanjutnya, saham Freeport-McMoran dan Nucor masing-masing naik 6,7% dan 4,3% seiring kenaikan saham komoditas.

Produsen chip mendorong sektor teknologi setelah Samsung Korea Selatan membukukan lonjakan laba 11% dan pendapatan 31% yang didorong penjualan memori chip yang kuat. Saham AMD dan Nvidia masing-masing naik 5,2% dan 4,8%. Semiconductor melonjak lebih dari 9%.

Indeks Nasdaq juga menguat dalam empat sesi berturut-turut, sedangkan indeks Dow Jones naik dalam tiga dari empat sesi terakhir.

Baca juga: Pasar Keuangan Global Masih Negatif, Pertanda Resesi?

“Tidak perlu banyak keyakinan dalam langkah ini. tetapi bagus untuk melihat dengan tidak adanya berita negatif baru, pasar memantul dari level jenuh jual jangka pendek,” ujar Investment Strategist Edward Jones, Angelo Kourkafas, dikutip dari laman CNBC, Jumat (8/7/2022).

Selain itu, penggerak pasar lainnya GameStop yang naik 15% setelah ritel video game umumkan stock split 4 berbanding 1 disetujui oleh dewannya.

Saham Solar juga menguat dengan Sunrun naik lebih dari 7%. Bahkan dengan kenaikan baru-baru ini, indeks S&P 500 masih turun sekitar 19% dari posisi tertinggi sepanjang masa pada Januari 2022. “Kami pikir jika posisi terendah tidak masuk, mereka sudah dekat,” ujar Equity Strategist LPL Financial Jeff Buchbinder.

Dari sisi ekonomi, klaim pengangguran awal dan klaim berkelanjutan, keduanya naik sedikit pekan lalu. Defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) pada Mei sedikit lebih tinggi dari yang diharapkan pada USD 85,5 miliar tetapi masih turun dari bulan ke bulan.

Laporan pekerjaan bulanan Departemen Tenaga Kerja akan keluar pada Jumat pekan ini dan data ketenagakerjaan dapat memerlukan pengawasan ekstra karena investor mencoba mengukur kesehatan ekonomi AS.

“Dengan anekdot PHK sektor teknologi dan pembekuan perekrutan, pembacaan di bawah 50 untuk survei layanan ISM manufacturing dan services. Dan meningkatnya klaim pengangguran, laporan pekerjaan pada Jumat akan memiliki signifikansi khusus,” ujar Chief US Equity Strategist Credit Suisse Jonathan Golub.

Ekonom yang disurvei Dow Jones perkirakan kenaikan 250.000 pekerjaan untuk Juni, dan cenderung melambat dari posisi Mei sebesar 390.000.

 

Sumber

Baca juga: Wall Street Anjlok, Dow Jones Koreksi Terbesar sejak 2020