The Fed Naikkan Bunga 100 Bps, Harga Minyak Turun~!

Harga minyak dunia masih berada di jalur penurunan. Ekspektasi terhadap penurunan permintaan menjadi beban bagi harga si emas hitam.

Pada Kamis (14/7/2022) pukul 07:28 WIB, harga minyak jenis brent berada di US$ 99,53/barel. Turun tipis 0,04% dari posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sedangkan yang jenis light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) harganya US$ 95,98/barel. Berkurang 0,33%.

Kabar terbaru dari Amerika Serikat (AS) jadi sentimen negatif bagi harga minyak. US Bureau of Labor Statistics melaporkan inflasi pada Juni 2022 mencapai 9,1% year-on-year (yoy). Ini adalah yang tertinggi sejak 1981.

Baca juga: Meski The Fed Naikkan Suku Bunga, Rupiah Masih Menguat

Lonjakan inflasi sepertinya akan membuat bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) kian yakin untuk mengerek suku bunga acuan lebih lanjut. Komite Pengambil Kebijakan (Federal Open Market Committee/FOMC) akan menggelar rapat pada 26-27 Juli untuk menentukan suku bunga acuan.

Bukan kaleng-kaleng, ini kenaikan suku bunga acuan diperkirakan langsung 100 basis poin (bps) menjadi 2,5-2,75%. Mengutip CEM FedWatch, kemungkinan ke arah sana mencapai 78%.

Inflasi dan suku bunga acuan yang semakin tinggi akan membatasi pertumbuhan ekonomi. Bahkan omongan soal AS bakal jatuh ke ‘jurang’ resesi semakin banyak diperbincangkan.

Masalahnya, AS adalah konsumen minyak terbesar dunia. Kalau sang pasar terbesar sampai benar-benar mengalami resesi, maka aktivitas ekonomi akan lesu dan permintaan energi menurun. Jadi wajar saja kalau harga minyak terkoreksi.

 

Sumber

Baca juga: ECB Akan Naikkan Suku Bunga, Eropa Diprediksi Resesi!

Tags: