Resesi 2023 didepan mata, Bos OJK imbau untuk tidak khawatir

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar mengajak industri untuk tidak gentar menghadapi isu resesi tahun depan. Mahendra menyadari jika tantangan ke depan tidak mudah.

“Melihat ke belakang dan sekarang, secara realistis saya rasa tidak ada alasan untuk tidak optimis. We have been through challenging time,” ungkap Mahendra dalam peluncuran iBPR-S, Senin (5/12/2022).

Menurutnya dua tahun ke belakang lebih sulit dan bangsa Indonesia berhasil menavigasi hal ini sehingga tetap terlihat baik hingga penghujung 2022.

“Kita tetap berharap bisa tumbuh 5% dan berkontribusi pada ASEAN, untuk menjaga stabilitas antisipasi dan respons mitigasi kondisi sulit yang rerjadi di global,” jelas Mahendra.

Untuk diketahui, OJK baru saja merilis aplikasi otomasi informasi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan BPR Syariah. Guna meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap produk keuangan dari BPR maupun BPRS.

Baca juga: Bank Digital Di Prediksi “Marak” Oleh Direktur BCA, Begini Tanggapan OJK Soal Regulasi

Langkah ini sebagai upaya meningkatkan inklusi dan literasi keuangan masyarakat. Ditambah lagi, untuk memperkuat ketahanan masyarakat, termasuk BPR dan BPRS menghadapi tantangan perekonomian ke depan.

“Ini merupakan aplikasi yang akan meningkatkan pemahaman, exposure, dan kesempatan bagi BPR/BPRS dalam mengkomunikasikan pada publik, kepada masyarakat dan sebaliknya, masyarkat semakin tahu pada BPR, karena tersedia informasi berbagai produk layanan dan juga kinerja,” papar Mahendra.

iBPR-S merupakan portal informasi dari seluruh bank daerah yang ada di Indonesia. Masyarakat mampu melihat beragam produk keuangan, hingga lokasi BPR terdekat.

 

 

 

Sumber

Baca juga: Begini Aturan Kripto Kata OJK & Bappeti, Sinyal Baik?