Transaksi saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk melonjak di pasar negosiasi pada perdagangan Kamis, 1 Desember. Hal ini terjadi setelah periode lock-up atau masa penguncian pemegang saham seri A berakhir 30 November 2022.

Mengutip data RTI, di pasar negosiasi, transaksi saham GOTO mencapai Rp 1,9 triliun pada Kamis (1/12/2022). Total frekuensi perdagangan 152 kali dengan volume perdagangan 167.514.889 saham. Di pasar negosiasi, saham GOTO merosot 5,62 persen ke posisi Rp 151 per saham. Saham GOTO berada di level tertinggi Rp 376 dan terendah Rp 100 per saham.

Adapun di pasar negosiasi, transaksi saham GOTO oleh UBS Sekuritas Indonesia mencapai Rp 1,7 triliun

Sementara itu, di pasar regular, saham GOTO tergelincir 6,62 persen ke posisi Rp 141 per saham. Saham GOTO dibuka turun 10 poin ke posisi Rp 141 per saham. Saham GOTO berada di level tertinggi Rp 141 dan terendah Rp 141 per saham. Total frekuensi perdagangan 17.286 kali dengan volume perdagangan 172.347.280 saham. Nilai transaksi Rp 2 triliun.

Baca juga: GoTo Akuisisi Pertukaran Kripto Lokal Senilai Rp124 Miliar

Periode lock up saham GOTO berakhir pada 30 November 2022. Dengan berakhirnya lock-up tersebut, investor yang telah memegang saham seri A sebelum IPO GOTO dapat melepas saham tersebut.

Sebelumnya, PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan pemegang saham pra-ipo yang menjajaki penawaran sekunder memutuskan tidak melanjutkan rencana penawaran sekunder terkoordinasi.

“Sehubungan dengan rencana para pemegang saham pra-IPO untuk menjajaki penawaran sekunder terkoordinasi atas sahamperseroan yang dimiliki oleh pemegang saham pra-IPO, bersama ini perseroan menyampaikan pemegang saham pra-IPO yang mempertimbangkan rencana transaksi tersebut, pada saat ini telah memutuskan untuk tidak melanjuutkan rencana penawaran sekunder terkoordinasi,” ujar Sekretaris Perusahaan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, R.A Koesoemohadiani dalam keterbukaan informasi BEI, dituils Kamis (1/12/2022).

Perseroan menyampaikan, seperti diungkapkan dalam prospektus perseroan, periode larangan pengalihan saham (lock-up) atas saham seri A yang dimiliki oleh pemegang saham pra-IPO selama delapan bulan sejak tanggal efektif penawaran umum perdana perseroan. Ini sesuai ketentuan pasal 6 ayat 2 peraturan OJK Nomor 22/POJK.04/2021 akan berakhir pada 30 November 2022.

 

 

 

Sumber

Baca juga: GoTo PHK 1.300 Karyawan, Yuk Intip Harga Sahamnya