Investor asing dikabarkan telah membeli saham PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO). Transaksi ini diprediksi terjadi mendekati penutupan perdagangan IHSG kemarin Rabu, 3 Februari 2021.

Asing Masuk Saham SIDO Sebesar Rp4 Triliun

Data BEI mencatat, investor asing masuk ke saham SIDO melalui Mandiri Sekuritas di jam 15.00 WIB. Pembelian itu adalah sebanyak 63.000.000 lot di harga Rp 720 per saham sehingga dana yang digelontorkan mencapai Rp 4,54 triliun.

Harga saham SIDO sendiri diperdagangkan naik 1,32% ke level Rp 770/unit. Selama sepekan terakhir SIDO terapresiasi 4,05%.

SIDO sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang farmasi yang merupakan pemegang produk jamu Tolak Angin yang pertama kali berdiri di Yogyakarta. Perusahaan berdiri pada 1940 dan didirikan oleh Rahmat Sulistio.

Sebagai informasi, pasar negosiasi di BEI adalah satu dari tiga jenis transaksi di bursa saham. Jenis transaksi lain yaitu transaksi di pasar reguler atau pasar biasa, dan pasar tunai.

Perbedaan Transaksi

Transaksi saham SIDO kemarin adalah transaksi cross yang berarti transaksi terjadi antara satu broker. Sehingga ada kemungkinan tidak terjadi di pasar reguler.

Transaksi di pasar reguler merupakan transaksi yang dilakukan menggunakan mekanisme tawar menawar berkelanjutan dan menjadi fasilitas bertransaksi dengan harga normal dan jumlah transaksi minimal 1 lot (100 saham).

Sebaliknya, transaksi besar yang dilakukan di pasar negosiasi biasanya melibatkan pemilik atau pemegang saham besar yang tidak ingin merusak harga di pasar reguler. Harga dan jumlah transaksi bisa ditentukan oleh kedua belah pihak tanpa perlu mengikuti harga pasar.

Baca juga: Saham ERAA Masih Kuat, Naik Terus Walau Terdepak dari IDX30

Sementara itu, pasar tunai adalah pasar di mana perdagangan efek di bursa dilaksanakan berdasarkan proses tawar-menawar secara lelang yang berkesinambungan.

Caranya adalah perusahaan efek anggota bursa (AB) dan melalui sistem JATS dan penyelesaiannya dilakukan pada hari bursa yang sama alias hari itu juga (T+0).

Sebelumnya baru saja ada perusahaan farmasi lain di bursa yang dicaplok oleh investor asing yakni PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) yang diakuisisi Rejuve Global Investment Pte Ltd asal Singapura.

Dilansir CNBC Indonesia

Tags: