AGRO atau PT BRI Agroniaga Tbk berencana menambah modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Jumlah saham yang akan ditawarkan dalam rights issue tersebut mencapai 9,96% dari total modal yang ditempatkan pada Juli 2021.

Berdasarkan prospektus yang diterbitkan  Kamis (19/8), perseroan mencanangkan aspirasi baru sebagai The Best Digital Bank for Agri and Beyond by Becoming House of Fintech and Home for Gig Economy. Dengan aspirasi tersebut, BRI Agro akan melakukan berbagai transformasi, baik dari segi sumber daya manusia (SDM), jaringan, infrastruktur, model bisnis, produk dan layanan, maupun  portofolio kredit.

“Untuk membangun pondasi keuangan yang kuat, BRI Agro melakukan penguatan modal yang bisa digunakan sebagai modal kerja dan penyaluran pendanaan,”  jelas manajemen.

Menurut manajemen BRI Agro,  jumlah saham yang akan diterbitkan dalam rights issue  tersebut mencapai 2,15 miliar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Jumlah saham ini mencapai 9,96% dari total modal yang disetorkan pada 31 Juli 2021. Adapun  dana yang diperoleh dari rights issue akan digunakan untuk penguatan modal sebagai modal kerja dan penyaluran pendanaan berbasis digital.

Perseroan akan melakukan rapat  umum pemegang saham  luar biasa (RUPSLB) pada 27 September mendatang untuk mendapatkan persetujuan rights issue. “Rights issue akan dilakukan tidak lebih dari 12 bulan setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham,”  papar manajemen BRI Agroniaga.

Management BRI Agro mengatakan, jumlah dan harga pelaksanaan rights issue ini nantinya akan memperhatikan kondisi terakhir dari hal-hal antara lain kondisi makroekonomi, industri perbankan dan pasar modal, kondisi fundamental dan kinerja perseroan, volatilitas harga saham perseroan dan masukan dari pemegang saham.

“Harga pelaksanaannya paling sedikit sama dengan batasan harga terendah saham yang diperdagangkan di pasar reguler dan pasar tunai,” tulisnya dalam keterbukaan informasi tersebut.

Dana hasil rights issue ini akan digunakan BRI Agro untuk penguatan permodalan terutama sebagai modal kerja perseroan dalam rangka penyaluran dana berbasis digital.  Untuk melaksanakan aksi korporasi ini, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham  pada RUPSLB yang akan digelar pada 27 September 2021. Pelaksanaan rights issue akan dilakukan paling lama 12 bulan setelah persetujuan RUPSLB.

Per Juni 2021, BRI Agro tercatat telah memiliki modal inti Rp 4,21 triliun. Bank ini akan segera meluncur sebagai kendaraan BRI masuk ke ranah bank digital. Untuk itu, perseroan juga tengah mempersiapkan diri untuk berganti nama dalam waktu dekat.

Baca juga: WOW, BUMN Akan Bagikan Dividen Rp35,6 triliun, dalam RAPBN 2022

Tags: