Hingga April 2021, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berhasil mendapatkan nilai kontrak lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, perseroan pun optimis bisa meningkatkan kinerja pada kuartal II-2021.

Adapun realisasi nilai kontrak baru WIKA hingga April 2021 tercatat sebesar Rp 4,9 triliun. Menurut Sekretaris Perusahaan WIKA, Mahendra Vijaya, dia optimis menyongsong kuartal II-2021.

Hal ini disebabkan perolehan yang lebih tinggi dibandingkan capaian di periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp 2,8 triliun.

WIKA Positif Mengalami Apresiasi Kontrak Baru

Adapun nilai kontrak yang dihadapi WIKA alias order book hingga Maret 2021 tercatat sebesar Rp 76,8 triliun. Sebagai gambaran, di tahun 2021 ini WIKA membidik target kontrak baru sebesar Rp 40,13 triliun. Sehingga realisasi hingga April 2021 setara 12,21% dari target tahun ini.

Sementara untuk proyek luar negeri, hingga menjelang akhir Mei 2021 ini, WIKA belum menggenggam kontrak baru. Namun, WIKA masih mengikuti tender di beberapa negara seperti Filipina dan United Arab Emirates (UAE), serta penjajakan ke Vietnam.

Adapun, nilai tender yang sedang diikuti WIKA di luar negeri saat ini hampir sebesar Rp 6 triliun.
WIKA saat ini masih sangat berhati-hati dalam mengikuti tender di luar negeri. Sebab, masih ada risiko akibat penyebaran pandemi Covid-19.

Kondisi Saham Perusahaan

Walau terdapat target dan rencana positif tersebut, nampaknya saat ini WIKA masih terlihat terus bergerak turun. Pergerakan ini terjadi juga bersama dengan masih melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dalam beberapa pekan terakhir.

Grafik Harian WIKA

Dari sisi teknikal, nampaknya pelemahan ini masih akan terus berlanjut dan masih akan terus terjadi selama belum adanya sentimen positif nyata. Melihat juga sektor infrastruktur yang masih tertekan Covid-19, nampaknya pemulihan masih belum dapat terjadi.

Namun, jika melihat sisi teknikal, saat ini batas utama yang harus dilewati untuk bergerakn naik kembali terlihat berada pada Rp1.337. Selain itu, jika ingin mulai naik kembali, nampaknya batas bawah pada Rp1.166 harus terus terjaga.

Melihat saat ini belum ada pertanda pemulihan nampaknya ada baiknya sebelum membeli, investor menunggu konfirmasi pemulihan. Oleh karena itu, ada baiknya batas-batas ini perlu dipantau.

 

Tags: