Saham UNTR, yang merupakan saham dari PT United Tractors Tbk., berpotensi mengalami apresiasi yang terlihat dari sisi teknikal. Terdapat juga potensi dorongan akibat persepsi positif dari perusahaan yang tetap akan membagikan dividen interim.

Saham UNTR Berpotensi Apresiasi

PT United Tractors Tbk., (UNTR) merupakan salah satu emiten yang nampaknya terdampak cukup berat oleh Covid-19. Hal ini disebabkan mayoritas lini usahanya, membutuhkan kondisi fisik temu langsung yang saat ini terbatas akibat pandemi. Lini bisnis kontraktor dan penambangan, yang merupakan inti dari bidang UNTR itu sendiri merupakan bisnis yang terlihat sangat terdampak.

Hal ini disebabkan pandemi yang membatasi ruang gerak, sehingga menurunkan permintaan. Sehingga, UNTR walau sudah mulai mengalami pemulihan, sebelumnya sempat tertekan. Namun, saat ini, dengan memulihnya harga pasar batu bara dunia, nampaknya UNTR, yang salah satu bidangnya adalah di bidang batu bara, dapat memanfaatkan momentum ini.

Tercatat bahwa sejak akhir September, harga batu bara naik drastis, dan hingga saat ini, walau sempat terkoreksi, pergerakannya masih positif. Selain itu, kinerja perusahaan yang mulai membaik nampaknya juga membuat perusahaan percaya diri, sehingga setuju untuk tetap memberikan dividen kedua Tahun 2020.

Akibat dari adanya kabar dividen ini, saham UNTR berpotensi untuk terdorong. Hal ini disebabkan oleh permintaan yang umumnya meningkat mendekati cum date dividen suatu saham. Mengingat dividen UNTR yang umumnya besar, yang kemungkinan bulan ini ditetapkan pada Rp 171 per saham, permintaan terhadap sahamnya kemungkinan naik akibat banyaknya investor yang mengejar dividen ini.

Dividen Berpotensi Mendorong Harga Naik

Dengan tanggal cum date pada 6 Oktober 2020, kemungkinan besar akan mulai terlihat apresiasi besar dalam harga akibat naiknya permintaan. Selain itu, dengan naiknya harga batu bara, dalam jangka panjang kemungkinan UNTR akan kembali pulih dari segi harga saham. Asumsi ini juga didukung oleh sisi teknikal yang memperlihatkan pola bullish pennant pada grafik harian.

Pergerakan Harian Saham UNTR

Dapat dilihat bahwa pada penutupan sesi pertama hari ini, saham ini masih bergerak turun, yang mendukung potensi adanya kenaikan permintaan akibat rendahnya harga. Walau kemungkinan kedepannya saham masih akan turun, dari sisi teknikal, pola jangka panjang memperlihatkan apresiasi akibat pola grafik ini. Indikator RSI juga memperlihatkan bullish divergence yang umumnya menandakan apresiasi harga. Kemungkinan ini juga makin kuat dengan Indikator RSI yang masih dekat dengan zona netral, sehingga apresiasi masih sangat mungkin.

Namun, untuk saat ini, pergerakan harga masih sangat mungkin untuk turun akibat koreksi setelah apresiasi yang cukup signifikan. Kemungkinan besar saat ini pergerakan saham masih akan turun ke batas bawah pada Rp 21.243 sebelum menyentuh Rp 20.367. Tetapi kemungkinan besar setelah itu, jika pola bullish pennant terjadi, maka harga akan kembali naik ke Rp 23.262 sebelum menyentuh Rp 23.986. Target selanjutnya ada pada Rp 24.786 sebelum kemudian akan terus naik melewati Rp 25.000.

Baca juga: PTPP Optimis Target Kontrak Baru Tahun Ini Tercapai

Tetapi pergerakan ini masih merupakan asumsi akibat dasar dari teori pergerakan pola bullish pennant. Hal ini menyebabkan saham dapat turun ke beberapa batas bawah melewati Rp 20.367. Oleh karena itu, investor disarankan untuk terus memperhatikan kondisi pasar terutama berita yang terkait dengan lini bisnis UNTR.

Tags: