PTPP optimis terhadap target terciptanya kontrak baru tahun ini walau terdapat banyak rintangan dari segi perekonomian. Target tersebut diprediksi oleh perusahaan akan tercapai akibat menjadi tujuan utama dari PTPP.

PTPP Optimis Target Tercapai

Demi meningkatkan kinerja di sisa akhir tahun, PT PP Tbk (PTPP) saat ini fokus untuk menggarap proyek-proyek dengan sistem progress payment reguler atau pembayaran bertahap. PTPP optimis dapat mencapai target kontrak baru akhir tahun dengan bermunculannya proyek-proyek baru yang diraih saat ini.

Menurut Sekretaris Perusahaan PTPP, Yuyus Juarsa, PTPP memang tengah melakukan fokus ulang anggaran terhadap proyek-proyek carry over. Proyek yang dikerjakan oleh PTPP didominasi oleh proyek dengan sistem progress payment reguler.

Adapun, hingga semester pertama 2020, jumlah proyek turn-key hanya sebesar Rp 1,1 triliun, turun 82% dibandingkan periode sama tahun lalu. Hingga Agustus 2020, PTPP telah menggarap kontrak baru sebesar Rp 11,24 triliun atau setara 43,98% dari target Rp 25,53 triliun. Target tersebut telah dipangkas dari target awal yang sebesar Rp 40,3 triliun. Jika dibandingkan dengan perolehan Agustus 2019 yang sebesar Rp 23 triliun, maka nilai kontrak baru PTPP turun 51,13% secara tahunan.

Penurunan ini terjadi karena adanya pandemi Covid-19 secara global termasuk di Indonesia. Sehingga, ada beberapa tender proyek yang tertunda akibat pandemi. Persentase perolehan kontrak baru PTPP berdasarkan tipe pekerjaan terdiri dari gedung sebesar 32%, minyak dan gas 24%, jalan dan jembatan sebesar 16%, irigasi 15%, pembangkit listrik 9%, dan industri 3%.

Penurunan Akibat Covid-19 Juga Berdampak Pada Saham

Kontrak baru tersebut berasal dari proyek dalam negeri, sebab dengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung secara global sampai saat ini proyek luar negeri mengalami penundaan. Seperti diketahui pada pertengahan Agustus silam PTPP tengah mengikuti tender proyek perumahan di Brunei Darussalam senilai Rp 700 miliar dan jalur kereta di Filipina senilai Rp 1,9 triliun.

Akibat pandemi dan juga kinerjanya yang menurun nampaknya saham dari PTPP juga masih tertekan. Hal ini terlihat dari proses pemulihannya yang mulai terhambat akibat mulai turun dari fase konsolidasi.

Pergerakan Harian Saham PTPP

Untuk saat ini nampaknya saham PTPP terlihat akan keluar dari zona konsolidasi setelah membagikan dividen. Walau sebelumnya telah pulih dari penurunan awal tahun, saham ini nampaknya masih tertekan akibat beberapa faktor eksternal perekonomian seperti Covid-19.

Dari sisi teknikal, saham ini telah membentuk pola head and shoulders yang membuat saham ini turun, ke batas bawah konsolidasi pada Rp 805. Jika tekanan jual nampaknya masih kuat, kemungkinan besar kedepannya saham ini akan terus turun. Tujuan selanjutnya jika sentimen IHSG terus turun, saham ini kemungkinan juga akan turun ke Rp 689 sebelum menyentuh Rp 601. Jika selanjutnya saham ini terus turun, kemungkinan besar tujuan selanjutnya ada pada Rp 485 yang merupakan harga terendah tahun ini.

Baca juga: Harga Obat Covid-19 KLBF Diperkirakan Mencapai 3 Juta Rupiah

Tetapi, jika ternyata optimisme perusahaan menjadi sentimen positif, saham ini kemungkinan akan naik ke Rp 862 sebelum naik ke Rp 963. Jika selanjutnya terus naik, kemungkinan besar, saham akan terus menuju batas atas konsolidasi pada Rp 1.073 sebelum menyentuh Rp 1.205. Namun, mengingat kondisi perekonomian saat ini, kemungkinan hal ini masih belum akan terjadi.

Dilansir dari IPOTNEWS

Tags: