Harga obat covid-19 yang diproduksi oleh KLBF diperkirakan akan mencapai 3 juta rupiah per vial. Obat yang sebelumnya diprediksi baru akan mulai dipasarkan pada awal 2021 ini adalah akan mulai dipasarkan secara resmi oleh KLBF hari ini.

Harga Obat Covid-19 KLBF

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dikabarkan akan siap memasarkan produk Remdesivir bernama Covifor di Indonesia. Memanfaatkan jaringan pemasaran dan distribusi yang dimilikinya, KLBF akan mendistribusikan Covifor ke seluruh provinsi di Indonesia mulai hari ini.

Adapun Covifor (Remdesivir) Injection yang diproduksi oleh perusahaan farmasi asal India Hetero itu akan dipasarkan dengan harga 3 juta rupiah per vial. Tetapi, penetapan harga ini masih berpotensi berubah ke depannya. Menurut Direktur Utama Kalbe Farma, jika volume permintaan terus meningkat, harga berpotensi akan berubah.

Sebagai informasi tambahan, dalam mendistribusikan produk ke Indonesia, KLBF berkolaborasi dengan anak usaha Hetero, PT Amarox Global Pharma. Country Manager PT Amarox Global Pharma Sandeep Sur, menjelaskan, pihaknya tidak memberikan batasan pasokan produk ke Indonesia. Hal ini disebabkan, pabrik di India memiliki kapasitas yang memadai sesuai dengan kebutuhan Indonesia.

Volume Pemasokan Bisa Naik

Untuk saat ini, Amarox menyanggupi minimal pasokan ke Indonesia antara 200 ribu hingga 300 ribu unit. Angka ini masih mungkin naik akibat tidak ada batasan volume pasokan kedepannya. KLBF saat ini masih melakukan perhitungan berapa besar kebutuhan Remdesivir dari seluruh wilayah di Indonesia. Tetapi, yang pasti, KLBF akan terus berkoordinasi dengan Hetero dan Amarox Global Pharma untuk memenuhi kebutuhan tersebut secara bertahap.

Baca juga: PTBA Menyatakan Proyek Gasifikasi Dapat Mengurangi Impor LPG

Sebagai informasi tambahan, Covifor telah mengantongi Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia (BPOM). Oleh karenanya, obat ini akan langsung didistribusikan ke rumah sakit. Dalam kesempatan yang sama Dr. Erlina Burhan, tim pakar dokter gugus tugas nasional Covid-19, menjelaskan bahwa Remdesivir ini berfungsi untuk menghambat replikasi virus. Obat ini dapat mencegah pasien dari kondisi yang lebih parah, sehingga sistem imun pasien dapat kembali mengendalikan tubuh.

Remdesivir sebelumnya berhasil menangani pasien dengan virus Ebola. Di berbagai negara, Remdesivir juga telah diuji ke pasien Covid-19 dan memberikan hasil yang baik. Oleh karena itu, Erlina berharap, kedepannya obat ini bisa merata tersedia ke seluruh Indonesia dengan harga yang terjangkau.

Dilansir dari Kontan

Tags: