usplash.com

Peristiwa Penting ini memang patut di ikuti oleh para Ekonom atau Investor yang memang memantau bagaimana perkembangan ekonomi dunia berjalan. Dimulai dari Pertemuan Federal Reserve adalah peristiwa utama untuk pasar dalam minggu ini dan kala bank sentral diperkirakan tidak akan mengambil tindakan apa pun, investor akan mencari tanda-tanda pengambil kebijakan berpikir inflasi menjadi lebih permanen.

Saat hasil pertemuan Fed akan menjadi pusat perhatian, investor juga akan mencermati data penjualan ritel dan harga produsen AS untuk mendapat pembaruan tentang kekuatan pemulihan ekonomi. China akan mempublikasikan data produksi industri dan penjualan ritel untuk bulan Mei pada hari Rabu. Di Inggris, Perdana Menteri Boris Johnson akan memutuskan Senin apakah akan menunda pembukaan kembali ekonomi penuh yang direncanakan bulan ini. Inilah yang perlu Anda ketahui untuk memulai minggu Anda.

1. Rapat the Fed

Investor akan memusatkan perhatiannya pada pernyataan Fed di akhir pertemuan kebijakan dua hari pada hari Rabu dengan latar belakang kekhawatiran terus-menerus mengenai apakah lonjakan inflasi dapat menekan bank sentral untuk mulai mengurangi stimulusnya lebih cepat dari yang diharapkan.

The Fed telah berulang kali mengatakan bahwa lonjakan harga jangka pendek tidak akan diterjemahkan ke dalam inflasi yang bertahan lama dan Ketua Jerome Powell diperkirakan akan tetap pada pendirian ini dan meyakinkan pasar bahwa kebijakan Fed akan tetap akomodatif.

Saat angka inflasi meningkat, pemulihan di pasar tenaga kerja tetap lambat. Ekonomi menambahkan 559.000 pekerjaan bulan lalu setelah kenaikan hanya 278.000 pada bulan April. Itu membuat lapangan kerja sekitar 7,6 juta pekerjaan di bawah puncaknya pada Februari 2020.

Sebagian besar analis tidak mengharapkan Fed untuk mulai membahas pengurangan kembali program pembelian asetnya sebelum konferensi tahunan di Jackson Hole, Wyoming, pada akhir Agustus.

2. Data ekonomi

Jauh dari pertemuan Fed, AS akan merilis data Mei untuk penjualan ritel dan indeks harga produsen pada hari Selasa.

Juga keluar pada hari Selasa adalah data produksi industri yang akan diawasi ketat di tengah masalah kendala pasokan dan kekurangan pasar tenaga kerja. Ini bisa diterjemahkan ke dalam peningkatan inflasi harga produsen.

Kalender ekonomi juga menampilkan laporan tentang angka perumahan baru dan klaim pengangguran awal. Data pada hari Kamis lalu menunjukkan jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun pekan sebelumnya ke level terendah dalam hampir 15 bulan karena berlanjutnya pembukaan kembali.

3. Pasar saham tak bergeming

Pasar saham cenderung tak bergeming lantaran investor enggan untuk mengambil posisi baru menjelang pernyataan Fed pada Rabu setempat yang akan diteliti untuk mencari petunjuk mengenai jadwal kapan kenaikan suku bunga terjadi.

Saham-saham pada hari Kamis lalu menepis data yang menunjukkan bahwa harga konsumen naik pada bulan Mei pada tingkat tahunan tercepat dalam 13 tahun, di mana S&P 500 mencapai rekor baru. Sebaliknya, angka inflasi yang jauh lebih tinggi dari perkiraan bulan lalu memicu aksi jual.

Saham-saham meme juga bisa tetap menjadi berita utama setelah naik volatil minggu lalu. GameStop mencapai level tertinggi $344,66 Selasa dan turun serendah $206,13 Jumat sebelum ditutup pada $233,34 per saham.

Selain saham-saham meme, obligasi juga bisa menjadi fokus setelah penurunan imbal hasil yang tidak terduga. Ada pergerakan besar dalam bunga obligasi acuan 10 tahun, diawasi paling cermat oleh investor, karena mempengaruhi hipotek dan suku bunga pinjaman penting lainnya.

4. Laporan data China

China akan menerbitkan data produksi industri dan penjualan ritel Mei pada hari Rabu dan memberikan investor wawasan terbaru tentang prospek ekonomi untuk negara dengan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Kedua angka tersebut diperkirakan melambat dari bulan sebelumnya akibat konsumsi domestik masih lesu.

Saat eksportir China menikmati permintaan yang kuat, kemacetan jaringan pasokan global dan kenaikan harga komoditas internasional telah membebani produksi, bertindak sebagai hambatan pada pemulihan yang kuat dari kemerosotan yang disebabkan oleh pandemi tahun lalu.

Ekonomi China tumbuh dengan rekor 18,3% pada kuartal pertama dan banyak ekonom memperkirakan pertumbuhan akan melampaui 8% tahun ini.

5.Inggris akan menunda pembukaan penuh kembali

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan mengumumkan pada hari Senin apakah pencabutan pembatasan lockdown terakhir di Inggris dapat dilanjutkan pada 21 Juni.

Tetapi Johnson pada hari Sabtu menyatakan “kekhawatiran serius” tentang meningkatnya infeksi varian Delta COVID-19, yang pertama kali ditemukan di India, memperkuat harapan bahwa ia akan menunda pembukaan kembali ekonomi secara penuh dua hingga empat minggu.

Inggris pada hari Sabtu melaporkan 7.738 kasus COVID-19 baru, turun sedikit dari hari sebelumnya, ketika itu adalah yang tertinggi sejak Februari.

Inggris akan merilis data inflasi, pengangguran dan penjualan ritel selama minggu ini, yang diharapkan menunjukkan rebound berkelanjutan dalam kegiatan ekonomi.

Sumber

Baca juga: 3 Hal Penting Yang Perlu Anda Tahu Saat Ingin Memulai Trading Forex