Potensi apresiasi untuk Indofarma nampaknya mulai terlihat dengan pola Bullish Flag yang mulai terlihat pada pergerakan hariannya. Kemungkinan apresiasi ini nampaknya akan diperkuat oleh kabar tes pendeteksi virus Covid-19 yang akan lebih murah.

Potensi Apresiasi Indofarma

PT Indofarma Tbk., (INAF) dikabarkan akan menyediakan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk mendeteksi virus Covid-19 dengan harga sebesar Rp 750 ribu. Harga tersebut adalah harga yang lebih murah dari batas ketentuan agar lebih banyak masyarakat yang dapat menjangkau akses tes.

Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bidang Komunikasi, Arya Sinulingga, menyatakan bahwa, harga tes PCR dari Indofarma lebih murah dari batas ketentuan tes PCR sebesar Rp 900 ribu. Batas ketentuan harga tes PCR telah diatur oleh Kementerian Kesehatan melalui Surat Edaran (SE) tentang batas biaya maksimal tes PCR virus Covid-19. Dalam surat edaran tersebut, batas biaya maksimal tes PCR mandiri adalah Rp 900 ribu.

Direktur Utama Indofarma, Arief Pramuhanto, menyatakan bahwa pihak perusahaan melalui anak usahanya, PT Farmalab Indoutama juga menyediakan layanan tes PCR. Dengan fasilitas Central Processing Facility, Farmalab mampu menguji sampel tes, dengan kapasitas tes 1.200 hingga 1.300 tes per hari. Harga PCR di Farmalab dikabarkan mencapai Rp 650 Ribu hingga Rp 750 Ribu.

Pola Bullish Flag Mendorong Harga Saham

Akibat adanya kabar positif dari biaya tes tersebut, nampaknya akan muncul sentimen positif di sekitar saham INAF. Sentimen positif tersebut nampaknya juga akan berdampak pada apresiasi harga saham INAF yang juga didukung oleh segi teknikal.

Pergerakan Harian INAF

Saat ini, INAF sedang berada di pergerakan konsolidasi kecil yang nampaknya akan berujung pada apresiasi. Hal ini dilihat dari beberapa hal seperti indikator dan juga pola pergerakan. Dari sisi pola pergerakan harga, dapat dilihat bahwa harga sedang bergerak sesuai pola Bullish Flag yang berpotensi menandakan apresiasi. Selain itu, Indikator RSI juga menandakan bahwa pergerakan sedang bergerak naik dan berada di atas zona netral. Kemudian, pergerakan Indikator MACD juga menandakan potensi apresiasi dengan pergerakan yang berada di atas zona netral.

Baca juga: Apa Arti dari Istilah Stock Split dalam Pasar Saham?

Jika mengalami apresiasi kemungkinan besar target selanjutnya berada pada Rp 3.461 sebelum terus naik ke atas. Apresiasi ini kemungkinan terjadi bersama momentum sektor farmasi yang nampaknya sedang mengalami pergerakan positif. Namun, jika pergerakan turun, nampaknya tujuan selanjutnya berada pada batas bawah di Rp 3.071 sebelum menyentuh Rp 2.876.

Jika terus turun, kemungkinan besar tujuan selanjutnya adalah pada Rp 2.323 sebelum menyentuh Rp 1.954 dan kemudian Rp 989. Selanjutnya, jika terus terjadi penurunan, kemungkinan tujuan selanjutnya berada pada Rp 445 yang juga merupakan harga terendah tahun ini. Namun, nampaknya depresiasi ke harga tersebut kemungkinannya masih sangat kecil.

Tags: