Rupee India mengalami depresiasi terhadap Dolar Amerika setelah berita adanya konflik antara tentara India dan China di daerah perbatasan. Daerah perbatasan ini dikenal sebagai Line of Actual Control secara internasional. Letak dari daerah perbatasan ini adalah di Pegunungan Himalaya. Konflik ini membuat beberapa pergerakan besar pada indeks saham India dan Rupee.

Rupee Terdampak Berita Konflik

Dikabarkan bahwa pada saat berita ini tersebar, Rupee India mengalami depresiasi langsung terhadap Dolar Amerika. Depresiasi dapat dilihat dari pergerakan USD/INR yang bergerak ke atas.

USD/INR Grafik 15 Menit

Disaat yang bersamaan, dikabarkan juga bahwa indeks saham India, NIFTY50, mengalami pergerakan ke bawah yang cukup besar. Hal ini disebabkan oleh semakin meningkatnya tensi di perbatasan antara militer India dan China.

Dikabarkan bahwa kurang lebih sebanyak 20 tentara India dikabarkan meninggal. Hal ini disebabkan oleh konflik yang menurut pemerintah dari New Delhi dimulai oleh tentara Cina. Setelah pernyataan ini dikeluarkan, pemerintah dari Beijing melakukan argumen lain dan menyatakan bahwa tentara India yang memulai konflik tersebut. Terakhir kali konflik sebesar ini terjadi antara dua negara ini adalah sekitar tahun 1970. Tapi insiden ini bukan sesuatu yang datang dalam satu hari, namun merupakan akibat beberapa kejadian pada bulan-bulan sebelumnya.

Beberapa bulan ini, kedua negara ini telah melakukan upaya untuk membatasi upaya penjajahan wilayah masing-masing. Pembatasan ini dilakukan dengan meningkatkan proyek infrastruktur dan pemetaan militer di daerah konflik. Hasilnya sudah sangat terlihat akibat dari adanya tensi yang meningkat. Ditambah dengan beberapa konflik langsung militer dari saling menghujat melalui vokal dan baku hantam tanpa senjata.

Dekan dari Jindal School of International Affairs menyatakan bahwa strategi Cina adalah strategi yang pintar. Hal ini disebabkan oleh Cina yang memanfaatkan kondisi India saat ini yang sedang kesulitan secara ekonomi akibat Covid-19. Akibat dari kesulitan ini, India berpotensi memiliki amunisi yang kecil untuk mengimbangi serangan Cina saat konflik. Sehingga Cina melakukan penyerangan ini dengan harapan bahwa India akan lemah dan perbatasan akan semakin bergeser.

Wall Street Journal juga mengatakan bahwa upaya Cina dalam menyerang dalam kondisi India yang sedang kesulitan adalah upaya untuk membatasinya. Membatasi dalam konteks ini adalah membatasi proyek infrastrukturnya sehingga memiliki ketahanan daerah yang berkurang. Namun, karena konflik ini sudah mulai sejak lama, dengan tensi yang meningkat, kedua negara telah mengerahkan militernya di daerah perbatasan.

Daerah Perbatasan

Pemetaan oleh New York Times

Spesifikasi wilayah geografis merupakan hal yang penting. Hal ini disebabkan oleh musim panas yang melelehkan salju yang membuat patroli militer serta pembangunan infrastruktur menjadi lebih mudah. Sehingga perlu adanya pernyataan wilayah geografis yang tegas, agar saat proses tersebut tidak terjadi konflik.

Beberapa pejabat negara menyatakan bahwa kegigihan India terjadi akibat dari keengganannya untuk menyerah pada upaya Cina untuk menguasai Asia. Upaya ini dilihat dari ambisi Cina dalam penanganan Hong Kong, Taiwan, dan Laut Cina Selatan.

Jika ketegangan antara Cina dan India terus tumbuh, dampaknya akan lebih besar pada saat ini, akibat adanya kerentanan ekonomi global. Kerentanan ini datang dari pandemi yang sedang terjadi di seluruh dunia. Beijing, merupakan salah satu daerah yang terkena peningkatan kembali dalam Covid-19 dan India merupakan negara dengan kasus terbanyak keempat di dunia.

Baca Juga: Indeks Saham Korea Selatan Bergerak Terus, Pantang Mundur!

Analisis Teknikal Rupee India

Seluruh berita dapat menyebabkan penurunan lebih dalam oleh Rupee terhadap Dolar Amerika. Pada grafik harian, USD/INR terlihat akan melewati garis batas atas diantara titik harga 75,97 dan 76,24. Pergerakan ini melawan terjadinya apresiasi Rupee dari Dolar Amerika yang terjadi dari Bulan April, yang terlihat dengan garis biru. Namun, pergerakan ke atas kemungkinan belum terlihat kecuali penutupan harga terjadi di atas 76,24, yang dapat membawa ke titik harga 77.

Di titik tertinggi 2020, terdapat titik 38,2% fibonacci extensions di titik 77,49. Jika melewati harga ini, maka harga diperkirakan akan mencapai 78,28. Namun, jika turun, maka harga akan datang ke titik antara harga 74,95 dan 75,27. Jika tekanan jual lebih besar dari tekanan beli, maka pergerakan ke bawah akan memiliki garis batas bawah yang sama seperti Bulan Juli 2019, yaitu garis merah.

Grafik Harian USD/INR

Analisis Teknikal NIFTY50

Walaupun mengalami penurunan, Nifty50 dalam pergerakan ke atas sejak titik terendahnya pada Bulan Maret. Pergerakan ini diperjelas dengan adanya batas bawah yang meningkat, yaitu garis merah. Pada akhir-akhir ini, harga bergerak pada batas bawah antara 9.959 dan 10.012. Jika terjadi pergerakan ke atas, maka Nifty50 dapat mencapai titik 10.328.

Jika terus mengalami pergerakan ke atas, maka harga akan menyentuh 10.644, dan memiliki garis batas atas baru. Jika terus melewati harga ini, maka Nifty50 dapat mencapai titik 11.614. Namun, pergerakan ke atas ini dapat berakhir jika harga berbalik arah. Batas bawah yang dapat dilihat untuk memantau pergerakan balik arah adalah titik 9.584. Jika terus turun maka harga dapat mencapai titik 8.806.

Grafik Harian NIFTY50

Dilansir dari DailyFX

Tags: