Indeks Saham Korea terlihat masih mengikuti pergerakan ke atas dari Bulan April, walau ada beberapa volatilitas. Pergerakan ini dianggap sebagai suatu yang tidak lazim akibat adanya konflik antara Korea Utara dan Korea Selatan.

Indeks Saham Naik Akibat Kepercayaan Investor Ritel

Pada Hari Rabu, KOSPI mengalami perubahan 180 derajat dan mengalami peningkatan sebesar 1,5% dibanding pekan sebelumnya. Peningkatan ini terlihat dari pergerakan investor ritel yang tidak khawatir akan adanya konflik dengan Korea Utara. Persepsi positif ini juga didukung oleh harapan pemulihan ekonomi dari Covid-19. KOSPI tutup pada Hari Rabu di angka 2.141,05

Harapan akan pemulihan perekonomian juga didorong oleh data penjualan ritel Amerika yang meningkat tertinggi di Bulan Mei. Dengan angka yang lebih tinggi dari dua bulan sebelumnya, persepsi investor berubah menjadi positif akibat harapan bahwa krisis Covid-19 akan usai.

Pergerakan ke atas ini disandingkan dengan adanya beberapa volatilitas. Hal ini disebabkan oleh adanya beberapa berita konflik, seperti penolakan Korea Utara. Pada Hari Rabu, Korea Utara tetap menolak usaha Korea Selatan untuk membentuk kesepakatan damai. Selain itu juga Korea Utara berjanji jika tensi terus meningkat, maka militernya akan dikerahkan ke perbatasan.

Baca Juga: Kondisi Global Terus Diawasi, Saham Asia Bergerak Lebih Tinggi

KOSPI Tetap Tidak Goyah

Namun, berita konflik tersebut, dinyatakan tidak memberi dampak yang besar terhadap pergerakan saham. Pernyataan ini disampaikan oleh Sekuritas Kiwoom, yang juga melihat bahwa adanya peningkatan dalam saham ketahanan negara akibat adanya berita tersebut.

Walau terjadi beberapa konflik seperti bom di kantor perbatasan dan ancaman dari Korea Selatan akan militernya, KOSPI tidak terlihat goyah. Walau terdapat beberapa volatilitas, indeks harga saham Korea Selatan ini tidak memperlihatkan perubahan yang drastis.

Grafik Harian Korean Composite Stock Price Index

Dapat dilihat walau Pekan ini, dimulai dengan adanya penurunan harga, KOSPI tetap bangkit, walau adanya insiden pemboman dan berita lainnya. Walaupun sempat keluar dari garis pergerakan ke atas, KOSPI menunjukkan tanda pergerakan ke atas yang dapat mengembalikannya ke pada pergerakan sebelumnya yaitu pergerakan ke atas yang panjang dari Bulan April.

Pergerakan ke atas ini menandakan adanya harapan positif terhadap perekonomian. Harapan bahwa Covid-19 sudah selesai, dapat membawa KOSPI untuk terus bergerak ke atas sehingga menghapus hilangnya kerugian yang didapatkan akibat Covid-19. Namun, pergerakan ke atas ini harus dikonfirmasi dengan penutupan harga pada angka  paling tidak 2.180, agar dapat memberi harapan penutupan di atas harga tersebut pada hari berikutnya, dan pergerakan ke atas terus berlanjut.

Tags: