Mekanisme IPO (Initial Public Offering) pada umumnya selalu sama di beberapa negara. Mekanisme ini pada umumnya terdiri dari empat tahap yang pada akhirnya akan berujung pada penawaran saham tersebut di bursa negara.

Mekanisme IPO

Untuk Indonesia sendiri, penawaran saham perdana atau IPO pada umumnya melalui empat tahap utama. Tahap ini adalah pertama Due Dilligence Meeting, Public Expose and Roadshow, Book Building, penentuan harga. Setelah empat tahap ini, tahap terakhir adalah penjualan perdana saham tersebut di lantai bursa, sehingga dapat dimiliki oleh seluruh investor yang mendapatkan bagian.

Due Diligence Meeting

Tahap ini merupakan tahap awal dari proses IPO sebuah perusahaan melalui sahamnya. Tahap ini dilakukan untuk memeriksa secara dalam perusahaan yang akan IPO dan juga untuk memastikan bagaimana kinerja dan target setelah IPO ini. Tahap ini dilakukan juga untuk kebutuhan kepastian kualifikasi perusahaan untuk melakukan sebuah IPO. Dalam tahap ini terdapat beberapa pihak lain yang perusahaan harus temui, seperti Underwriter, Auditor Independen, Appraider, dan juga konsultan hukum.

Underwriter dalam tahap ini pada umumnya adalah sekuritas. Sekuritas akan berperan besar dalam membantu pelaksanaan IPO akibat sekuritas ini bergerak sebagai pemeriksa risiko perusahaan, dan juga penjamin. Dalam kasus IPO, penjamin bermaksud bahwa jika terdapat risiko, sekuritaslah yang akan menjamin. Hal ini disebabkan peran sekuritas yang juga menjadi menjembatan dengan investor. Sehingga, jika investor mengalami beberapa permasalahan dalam saham perusahaan tersebut, yang akan membantu adalah sekuritas, akibat sekuritas merupakan penjamin dari perusahaan.

Auditor Independen dalam tahap ini berperan sebagai pemeriksa. Auditor independen sendiri adalah perusahaan atau individu yang berperan untuk memeriksa beberapa aspek perusahaan terutama dalam laporan keuangannya. Pemeriksaan ini dilakukan oleh auditor independen akibat kewajiban pemeriksaan dari pihak eskternal agar mengurangi kemungkinan kecurangan. Sehingga perannya sangat besar.

Appraider dalam tahap ini adalah pemeriksa dan penilai aset perusahaan. Pihak ini juga merupakan pihak eksternal akibat sifatnya yang independen. Pihak ini juga berfungsi untuk memeriksa kapabilitas dari perusahaan melalui aset-aset yang dimilikinya. Tujuan dari penilaian ini adalah untuk melihat apakah perusahaan ini masih akan bertahan hingga beberapa tahun ke depan. Terakhir, adalah konsultan hukum, yang berfungsi untuk memastikan segala kebutuhan terkait hukum agar seluruh proses bersifat legal dan sesuai aturan bursa yang ada.

Baca juga: IHSG Dibuka Menguat Pada Hari Jumat 26 Juni 2020

Public Expose and Roadshow

Tahap ini merupakan tahap dimana perusahaan mulai mempublikasikan rencananya untuk melakukan IPO. Publikasi ini dilakukan dengan memberitahukan profil dan prospek perusahaannya bersamaan dengan pemberitahuan kemungkinan jadwal IPO. Di Indonesia sendiri, tahap ini pada umumnya dilakukan setelah perusahaan yang akan melakukan IPO mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan. Sehingga, dengan adanya izin, IPO akan terlihat lebih pasti dan lebih mengundang banyak investor yang berpotensi membeli.

Book Building

Tahap selanjutnya adalah Book Building. Setelah melakukan Public Exposure and Roadshow, pada umumnya investor akan mulai memberikan penawaran harga. Penawaran harga ini ditujukan untuk saham yang akan IPO berdasarkan analisis oleh investor yang berminat untuk membeli. Pada tahap ini, seluruh investor yang berpotensi membeli dapat memberikan penawaran harga terbaiknya. Pada akhirnya, sekuritas yang berperan sebagai underwriter, akan menentukan harga yang akan digunakan pada saat melantai di bursa.

Penentuan Harga Perdana Saham

Tahap terakhir adalah penentuan harga saham dengan melibatkan juga emiten. Pada tahap ini, terjadi kesepakatan antara sekuritas dan juga emiten untuk menentukan harga yang akan digunakan saat IPO. Selain itu, pada tahap ini juga dilakukan penjatahan jumlah saham yang akan dilantaikan di bursa, agar tidak terjadi pembelian berlebihan dari persediaan saham yang ada saat IPO. Peran emiten di sini tidak kalah penting dengan sekuritas, karena emiten sendiri merupakan penerbit dari saham itu. Sehingga, dengan adanya kedua pihak tersebut IPO akan berjalan sesuai rencana hingga akhirnya dibeli oleh investor pada satu harga awal. Namun, harga ini kemudian akan berubah sesuai dengan transaksi yang terjadi di pasar saham.

Jadi, seluruh rangkaian ini merupakan rangkaian yang harus dilewati oleh perusahaan untuk melantaikan sahamnya di bursa. Sangat penting bagi investor untuk mengetahui mekanisme ini agar investor dapat berpartisipasi sesuai perannya. Selain itu, dengan mengetahui proses ini, investor dapat mendapatkan keuntungan yang lebih akibat dari adanya potensi-potensi saham bagus dengan harga murah yang terlihat hanya saat IPO. Sehingga, memahami mekanisme ini akan sangat berguna.

Tags: