IHSG dibuka menguat pada Hari Jumat 26 Juni 2020, setelah mengalami penurunan pada hari sebelumnya. Pergerakan ini disebabkan oleh beberapa saham dan faktor eksternal.

IHSG Dibuka Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terlihat menguat pada pembukaan hari ini. Dari penutupan kemarin pada titik Rp4.893,02 akibat adanya beberapa insentif negatif, IHSG telah bangkit. Hari ini, IHSG dibuka pada titik Rp4.911,23 yang memperlihatkan adanya tanda pergerakan positif.

Baca juga: Ramalan IMF Terlihat Menakutkan! IHSG Apa Kabar?

Pendorong Kenaikan IHSG

Pergerakan menguat ini dapat dikaitkan dengan adanya insentif positif dari saham global. Insentif ini muncul akibat adanya peningkatan dari indeks saham acuan yaitu indeks saham Amerika seperti Dow Jones, yang mengalami peningkatan kemarin malam. Peningkatan ini menjadi insentif positif akibat sebelumnya terjadi penurunan besar akibat adanya kasus Covid-19 baru. Namun, peningkatan terjadi akibat adanya kabar bahwa ada penundaan pembukaan kembali di salah satu bagian negara yang terkena virus yaitu Texas. Berita ini menjadi kabar baik bagi investor, dan dampaknya juga terasa hingga IHSG yang menunjukkan adanya peningkatan.

Terdapat beberapa saham yang menjadi pendorong kenaikan IHSG pada hari ini. Namun sebenarnya, hampir seluruh sektor saham mengalami peningkatan pada hari ini. Sektor yang paling tinggi meningkat adalah sektor infrastruktur dan penambangan, dengan sektor yang paling lemah adalah sektor properti, saat berita ini ditulis.

Secara keseluruhan, terdapat 176 saham yang membuat IHSG menjadi hijau, 44 lainnya melemah, dan 85 saham tidak bergerak. Total kepemilikan saham di IHSG masih lebih besar dimiliki oleh investor domestik, yaitu sebesar kurang lebih 78%, dan sisanya dipegang oleh investor asing, menurut data dari Stockbit.

IHSG Kedepannya

Walaupun mengalami peningkatan dalam pembukaan hari ini, belum ada insentif besar untuk IHSG terbang ke pergerakan yang naik. Sehingga, dapat dikatakan bahwa kedepannya IHSG masih akan terjebak di fase konsolidasi. Fase konsolidasi ini juga disebabkan oleh ketidakpastian dunia yang sedang membara dengan adanya kasus Covid-19 yang mulai naik kembali, hingga ketegangan perang dagang yang terjadi di seluruh dunia. Sehingga, investor belum memiliki insentif yang kuat untuk menetapkan persepsinya dalam pasar keuangan, yang membuat IHSG terus bergerak dalam satu fase konsolidasi.

 

Tags: