Saat ini mayoritas crypto sedang mengalami koreksi yang cukup besar dengan Bitcoin yang memimpin koreksi sekitar 53% dari harga tertinggi.

Selain itu, dominasi Bitcoin juga mulai naik kembali ke sekitar 45% yang membuat tekanan signifikan untuk altcoins yang kehilangan dominasi dan apresiasinya.

Kabar Negatif dari Cina

Pergerakan depresiasi signifikan ini terjadi setelah adanya kabar negatif dari Cina yang kembali mendorong berita pelarangan perdagangan crypto.

Walau secara realita crypto sudah selalu memiliki narasi terlarang di Cina sejak 2019 bahkan sejak 2017, saat ini narasinya mulai muncul kembali.

Namun saat ini narasi FUD ini muncul kembali dengan pernyataan bahwa pemerintah melarang perusahaan keuangan untuk memberi jasa crypto.

Jasa yang dimaksud adalah pemberitan jasa perdagangan, penyimpanan, peminjaman dan penyelesaian, serta jasa pengelolaan dan alat pembayaran dengan crypto.

Pernyataan yang tertera pada laporan tersebut adalah,

“Anggota Institusi keuangan dan jasa pembayaran tidak diperbolehkan untuk memberikan jasa terkait mata uang virtual atau menawarkan secara langsung dan tidak langsung jasa terkait crypto. Jasa tersebut adalah seluruh hal terkait crypto untuk pelanggan termasuk, perdagangan, penitipan, penyimpanan, penyelesaian, penerimaan sebagai alat tukar, dan menukarkan crypto ke RMB (mata uang Cina Renminbi).”

Akibat kabar ini nampaknya pasar crypto menganggapnya sebagai hal yang negatif dan membuat cukup tingginya tekanan jual yang telah terjadi.

Dominasi Cina di Crypto

Kemungkinan besar besarnya dampak ini terjadi akibat besarnya peran Cina dalam keseluruhan pasar crypto.

Salah satu bukti nyatanya adalah dominasi penambangan Cina yang menurut data yang dipublikasi Tahun 2021,  dominasi Cina adalah 64,08%.

Melihat besarnya peran Cina, kabar tersebut memiliki dampak yang besar yang kemungkinan disandingkan dengan data Glassnode, tekanan jual mayoritas dapat berasal dari Cina.

Selain itu, nampaknya jika melihat dari data Glassnode tersebut, tekanan jual ini disebabkan kepanikan yang Berkelanjutan oleh investor baru.

Jika melihat pada alamat wallet investor Bitcoin dalam jumlah besar, tekanan jual relatif sedikit, bahkan saat koreksi terjadi terdapat pembelian Bitcoin.

Melihat masih besarnya dampak Bitcoin untuk investasi crypto akibat dominasinya, contoh yang terbaik untuk mencerminkan kondisi adalah data Bitcoin.

Namun kabar ini juga dapat dijadikan sebagai potensi kabar positif, dimana seperti yang diketahui saat ini juga terjadi perang dominasi antara Cina dengan beberapa Negara seperti Amerika.

Dengan menurunnya dukungan, kemungkinan dominasi akan berkurang, namun hal ini dapat menjadi kabar baik.

Penurunan ini dapat membuka pemerataan sehingga tidak terjadi dominasi di satu negara yang dapat membuatnya lebih terdesentralisasi.

Terutama dengan adanya penambang dari negara-negara skandinavia yang menggunakan energi ramah lingkungan, sehingga dapat berdampak positif.

FUD Lama Diangkat Kembali, Jadi Tenang Aja!

Sayangnya kabar ini bukan sebuah kabar baru namun kabar lama yang diangkat kembali dan menciptakan kekhawatiran terutama pada investor baru.

Hal ini disebabkan kabar pelarangan bahkan sebelumnya sudah pernah dibahas di 2017 dan 2019 dimana di 2019 terdapat beberapa negara lain seperti India yang melakukan hal yang sama.

Namun kenyataannya, kondisi pasar crypto setelah FUD itu dapat terus bergerak naik, dan meninggalkan kabar negatif.

Kebetulan, kabar negatif ini terjadi bersama pergerakan siklus teknikal yang membutuhkan kabar negatif namun belum menemukan.

Baca juga: Pertumbuhan Defi Bantu Crypto dari Suplai Uang Global Di Atas 2%

Sebagai contoh, dapat dilihat bahwa Bitcoin baru saja bergerak keluar dari pergerakan apresiasi atau breakout.

Sehingga, secara teori teknikal, pergerakan tersebut membutuhkan retest atau pengujian kembali sebelum naik lebih tinggi.

Dapat dilihat bahwa kemungkinan besar saat ini batas bawah atau support yang kuat masih berada di sekitar Rp443 Juta hingga Rp446 Juta.

Jika setelah itu mengalami apresiasi, kemungkinan besar tujuannya dapat melebih harga tertinggi baru terakhirnya.

Perlu diingat juga bahwa harga saat ini masih berada di daerah harga tertinggi di sekitar Januari 2021 atau awal tahun ini, sehingga tidak perlu khawatir yang berlebihan.

Selain itu, melihat siklus halving 2016, apresiasi signifikan terjadi pada 2017 dan depresiasi terjadi pada 2018 dengan pergerakan naik perlahan di 2019 hingga 2020.

Jika mengalami hal yang sama pasar apresiasi atau bull market dapat terus berlangsung hingga akhir 2021 dengan apresiasi normal yang akan terjadi pada 2023 hingga 2024.

Jadi, jika niatnya untuk investasi jangka panjang maka volatilitas saat ini tidak perlu dijadikan sebuah kekhawatiran, terutama jika percaya dengan fundamental crypto.

Jika percaya terhadap fundamental crypto dan kegunaannya dalam dunia keuangan, kondisi saat ini seharusnya dijadikan kesempatan membeli, seperti yang dilakukan investor besar menurut data.

Namun sebelum membeli jangan lupa untuk selalu menggunakan dana yang rela untuk hilang dan lakukan analisis secara pribadi dan secara dalam.

Dilansir dari Coinvestasi

Tags: