CEO Zoom sekaligus miliarder Eric Yuan putar otak agar bisnis Zoom yang membuat dirinya jadi orang terkaya dunia tidak ditinggalkan dan tetap eksis meski pandemi Covid-19 berakhir.

Selama pandemi Covid-19, Zoom sangat diandalkan untuk bekerja maupun belajar dari rumah. Namun, seiringnya waktu kondisi normal pasca Covid-19 terus membaik. Pekerja sudah mulai bekerja dari kantor, bahkan sekolah pun sudah offline alias tatap muka.

Untuk itu, Eric Yuan mengumumkan bakal ada fitur baru Zoom yang mendukung sistem kerja hybrid di kantor. Pengembangan mengikuti lingkungan campuran (dari kantor dan rumah) ini mencakup papan tulis virtual, terjemahan langsung, dukungan konsultasi online, dan Zoom Rooms.

CEO Zoom sekaligus miliarder Eric Yuan putar otak agar bisnis Zoom yang membuat dirinya jadi orang terkaya dunia tidak ditinggalkan dan tetap eksis meski pandemi Covid-19 berakhir.

Selama pandemi Covid-19, Zoom sangat diandalkan untuk bekerja maupun belajar dari rumah. Namun, seiringnya waktu kondisi normal pasca Covid-19 terus membaik. Pekerja sudah mulai bekerja dari kantor, bahkan sekolah pun sudah offline alias tatap muka.

Untuk itu, Eric Yuan mengumumkan bakal ada fitur baru Zoom yang mendukung sistem kerja hybrid di kantor. Pengembangan mengikuti lingkungan campuran (dari kantor dan rumah) ini mencakup papan tulis virtual, terjemahan langsung, dukungan konsultasi online, dan Zoom Rooms.

Mau tahu ide lahirnya Zoom?

Eric yang kini berusia 49 tahun dan lahir di Shandong, China ini berkisah soal pacaran jarak jauh. Kala itu ia sudah memiliki pacar di China.

Sempat kerja 4 tahun di Jepoang, akhirnya Eric merantau ke Silicon Valley untuk bekerja di startup internet. Visa Amerika Eric sempat ditolak 8 kali sebelum akhirnya lolos pada tahun 1997, saat itu usianya 27 tahun. Bahasa Inggrisnya pun masih patah-patah.

Pacaran jarak jauh membuat Eric berpikir, seandainya ada aplikasi untuk mempermudah perjumpaan meski secara virtual, pasti menyenangkan.

“Saat itu aku masih muda dan berpikir fantastis jika di masa depan ada perangkat di mana cukup menyentuh tombol dan bisa melihat serta bicara padanya,” aku Eric kepada NCBC.

Kemungkinan Anda baru mengetahui Eric Yuan beberapa minggu ini atau bahkan belum tahu siapa dia. Tetapi karena pengusaha asal China inilah sekarang Anda dapat berkomunikasi dengan teman-teman meskipun sedang dalam karantina akibat pandemi Covid-19.

Untuk pertama kali dalam hidupnya, Eric Yuan, pendiri perusahaan konferensi video Zoom, masuk daftar miliarder Forbes, dengan kekayaan yang diperkirakan senilai US$7,8 miliar atau Rp120 triliun.

Setelah mempelajari permesinan di salah satu perusahaan raksasa Asia, dia bekerja selama empat tahun di Jepang sebelum bekerja di Amerika Serikat.

Sempat ditolak tinggal dan bekerja di AS

Yuan terinsipirasi Bill Gates. Tantangan yang dihadapinya saat tiba di negara terkaya di dunia tersebut adalah bagaimana dapat menjadi pemenang di dunia inovasi teknologi yang sedang berkembang pesat di pertengahan tahun 1990-an di California.

Dia sempat ditolak beberapa kali sebelum akhirnya diizinkan tinggal dan bekerja di AS.

Pada tahun 199, di umur 27 tahun, akhirnya Yuan dapat memulai kehidupan baru di Silicon Valley.

Sumber

Baca juga: Yuan Tiongkok Terjun Bebas 16 Hari Berturut-Turut!

Tags: