Brexit membuat kekhawatiran diantara investor dan trader akibat pembahasannya yang masih belum berujung baik. Akibatnya, pasangan mata uang Euro dan Pound Sterling, yang merupakan dua pihak dalam brexit, masih bergerak volatil.

Brexit Membuat Kekhawatiran

Pound nampaknya masih terus terdampak oleh ketidakpastian Brexit dengan tenggat waktu 15 Oktober mulai mendekat. Boris Johnson, Perdana Menteri Inggris, menyatakan bahwa kesepakatan harus dicapai pada tenggat waktu, agar ada waktu diskusi untuk pemegang kebijakan sebelum masa transisi berakhir pada 31 Desember 2020.

Di pertemuan terakhir, pihak Inggris baru saja memberikan Internal Market Bill kepada pembicaraan Brexit. Hal ini dianggap kontroversial oleh pasar akibat tambahannya dalam penarikan kesepakatan yang sebelumnya sudah dibuat. Isu seperti wilayah perikanan juga masih menjadi salah satu masalah yang menunda kesepakatan.

Baca juga: Defisit Anggaran Inggris Sentuh $222 Miliar untuk Atasi Pandemi Covid-19

Nampaknya, permasalahan ini adalah salah satu hal utama akibat adanya permasalahan ideologi dan besarnya sumbangan sektor perikanan terhadap kedua bagian. Perdebatan antara Uni Eropa dan Inggris melalui pemegang kebijakannya, juga nampaknya menambah penundaan kesepakatan. Oleh karena itu, kedepannya Pound Sterling masih akan terganggu, dan juga Euro, terutama di kondisi pandemi saat ini.

Pergerakan EURGBP Kedepannya

EURGBP masih memberikan volatilitas yang cukup tinggi dengan kondisi fundamentalnya yang memiliki banyak ketidakpastian. Namun, nampaknya koreksi akan terjadi sebelum naik kembali. Setelah naik ke 0.9258, yang merupakan titik tertinggi, koreksi terjadi dan membawa pasangan ini turun ke 0.9079.

Pergerakan Harian EURGBP

Saat ini pergerakan masih terlihat turun dari koreksi, dan pergerakan ke 0.9079 akan menjadi penentu kedepannya. Jika tekanan jual terus menekan ke sekitar 0.8863 dan tidak berlanjut, kemungkinan selanjutnya pergerakan akan naik. Namun, jika batas bawah tersebut dilalui, kemungkinan pergerakan akan terus turun.

Namun, melihat kondisi saat ini, banyaknya sentimen negatif terhadap Inggris akan membuat GBP lemah. Sehingga, kedepannya kemungkinan besar apresiasi setelah koreksi akan terjadi. Untuk saat ini, batas utama yang harus dilihat adalah 0.9079 dan 0.8863.

Dilansir dari Daily FX

Tags: