Bank-Bank mini alias bank BUKU II (bank dengan modal inti Rp 2 triliun-Rp 5 triliun) anjlok pada awal perdagangan hari ini, Rabu (18/8/2021). Beberapa di antaranya ambles hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) 7% dan menjadi top losers.

Para investor tampaknya terus melakukan aksi jual saham-saham bank bermodal ‘cekak’ ini setelah sekitar 2-3 pekan lalu ramai-ramai mengoleksi saham tersebut.

Berikut pelemahan sejumlah saham bank mini, pukul 09.16 WIB

  1. Bank Bumi Arta (BNBA), saham -6,99%, ke Rp 1.065/saham
  2. Bank Ganesha (BGTG), -6,98%, ke Rp 240/saham
  3. Bank Oke Indonesia (DNAR), -6,96%, ke Rp 294/saham
  4. Bank MNC Internasional (BABP), -6,94%, ke Rp 402/saham
  5. Bank Neo Commerce (BBYB), -6,86%, ke Rp 1.425/saham
  6. Bank IBK Indonesia (AGRS), -6,80%, ke Rp 274/saham
  7. Bank Jtrust Indonesia (BCIC), -6,80%, ke Rp 685/saham
  8. Bank Victoria International (BVIC), -6,40%, ke Rp 161/saham
  9. Bank Ina Perdana (BINA), -6,00%, ke Rp 3.760/saham
  10. Allo Bank Indonesia (BBHI), -5,96%, ke Rp 2.210/saham
  11. Bank Capital Indonesia (BACA), -5,78%, ke Rp 424/saham
  12. Bank QNB Indonesia (BKSW), -4,03%, ke Rp 238/saham
  13. Bank Amar Indonesia (AMAR), -2,74%, ke Rp 284/saham
  14. Bank Maspion Indonesia (BMAS), -1,93%, ke Rp 1.270/saham
  15. Bank Aladin Syariah (BANK), -0,80%, ke Rp 3.700/saham
  16. Bank Jago (ARTO), -0,79%, ke Rp 15.625/saham

Menurut data di atas, dari 16 saham bank mini yang anjlok, 7 di antaranya menyentuh batas ARB, dari saham BNBA sampai BCIC. Sementara, pada pagi ini, saham BGTG, BABP, BBYB menempati peringkat 5 besar top losers.

Saham BNBA menjadi yang paling anjlok dengan penurunan 6,99% ke Rp 1.065/saham. Ini adalah kali kelima secara beruntun saham BNBA terjungkal di zona merah. Alhasil, dalam sepekan saham ini terjun bebas 29,93%.

Di posisi kedua, ada saham BGTG yang ambles 6,98%, melanjutkan tren pelemahan sejam 4 hari sebelumnya. Dalam sepekan, saham ini terkikis 24,05%.

Saham DNAR dan bank Grup MNC BABP juga ‘longsor’, dengan turun masing-masing 6,96% dan 6,94%.

Sebelumnya, Saham PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) tengah menjadi sasaran aksi jual investor lewat JP Morgan.

Bahkan, obral saham BABP yang dilakukan lewat JP Morgan sukses menggiring harga saham emiten bank digital milik Hary Tanoe, itu nyungsep ke batas bawah auto rejection (ARB).

Tak tanggung-tanggung, ARB yang melanda saham BABP sudah berlangsung tiga hari berturut-turut, sejak Kamis, 12 Agustus 2021.

Pada perdagangan hari ini, (16/08) hingga pukul 09.30, harga saham BABP tersungkur di Rp 432 per saham, atau terkoreksi 6,9%.

Koreksi harga saham BABP yang berlanjut hingga ARB tiga hari berturut-turut itu berlangsung setelah sebelumnya BABP sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Pada 6 Agustus 2021, saham BABP yang beberapa tahun sempat menyandang status sebagai saham gocap, nangkring di Rp 610 per saham.

Baca juga: Saham BABP Rincikan Rencana Bisnis, Fokus Kepada Nasabah

Tags: