Angka pengambilan dana bantuan untuk pengangguran di Negara Amerika dikabarkan telah naik kembali setelah sebelumnya turun. Terdapat pertanda bahwa angka pengangguran di Amerika masih terlihat tinggi dan mulai naik kembali jika bercermin pada data tersebut.

Angka Pengangguran Naik Kembali

Amerika beberapa bulan yang lalu telah memperlihatkan data pengangguran yang jauh lebih baik dengan angkanya yang terlihat menurun. Terlihat sejak awal 2021 bahwa angka pengangguran telah turun signifikan dibandingkan dengan kondisi saat pandemi di 2020.

Tapi saat ini nampaknya kondisi tersebut belum stabil akibat terlihat adanya potensi bahwa pengangguran di Amerika masih meningkat. Setelah sebelumnya diprediksi akan pulih, saat ini kondisi ketenagakerjaan masih terlihat memburuk.

Hal tersebut terlihat dari data pengambilan dana bantuan untuk pengangguran yang kembali naik di akhir Bulan April 2021. Data tersebut mengalami peningkatan dari ekspektasi pasar di sekitar 545.000 menjadi 553.000 pengangguran.

Baca juga: Bank Sentral Selandia Baru Dorong Stimulus, Walau Harga Rumah Naik

Namun data ini merupakan hal positif akibat berhasil membawa penurunan secara nyata untuk data pengangguran secara nyata. Jika dibandingkan dengan pekan lalu, data pengambilan dana bantuan tersebut mengalami penurunan dari 566.000.

Oleh karena itu, walau sebenarnya mulai mengalami pemulihan, secara ekspektasi, kondisi perekonomian belum sebaik yang mayoritas analis dan pemegang kebijakan lihat.

Dolar Amerika Terdampak

Oleh karena itu, kondisi ini nampaknya dapat membentuk sentimen negatif di sekitar Dolar Amerika bersama beberapa hal yang datang secara internal. Saat ini terdapat potensi inflasi yang tinggi yang juga dapat membentuk sentimen negatif dalam jangka panjang.

Jadi kemungkinan besar secara teknikal Dolar Amerika dapat bergerak turun dalam jangka panjang. Namun pergerakan itu akan diisi oleh banyak volatilitas di sekitarnya akibat banyaknya volatiltias dari trader dan intervensi bank sentral.

Untuk saat ini Indeks Dolar Amerika masih terlihat bergerak turun, sehingga kemungkinan besar pergerakannya akan terus melemah. Hal ini didukung dari sisi fundamental yang membuatnya masih bergerak turun dalam jangka panjang.

Tujuan saat ini berada pada sekitar 89 yang merupakan angka terendah sejak awal Januari 2021, yang dapat mengembalikan depresiasi Dolar Amerika. Depresiasi tersebut juga akan terlihat pada aset berisiko yang kemungkinan akan terdorong naik.

Oleh karena itu, jika kondisi ini terus terjadi kemungkinan besar aset berisiko lain seperti saham dan crypto serta emas, dapat bergerak naik. Hal ini disebabkan kondisi korelasi negatif di kedua golongan aset tersebut.

 

 

Tags: