ADRO – Harga saham emiten batu bara milik pengusaha Garibaldi ‘Boy’ Thohir PT Adaro Energy Tbk (ADRO) melonjak pada awal perdagangan hari ini, Selasa (27/9/2021), di tengah rencana pembelian kembali saham perseroan (buyback) sebanyak-banyaknya Rp 4 triliun.

Sentimen lain yang ikut mengungkit harga saham ADRO adalah harga komoditas batu bara yang kembali mencetak rekor tertinggi sejak 2008, dengan menembus level US$ 202,95/ton pada perdagangan kemarin.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.28 WIB, saham ADRO melejit 9,60% ke Rp 1.655/saham. Nilai transaksi ADRO mencapai Rp 247,83 miliar, tertinggi di bursa. Sementara, volume perdagangan 151,51 juta saham, salah satu yang tertinggi juga di bursa.

Seiring dengan penguatan ini, asing melakukan aksi beli bersih Rp 68,86 miliar di pasar reguler pagi ini.

Dengan ini, saham ADRO sudah mencatatkan reli kenaikan selama 6 hari beruntun, atau sejak Selasa (21/9) pekan lalu. Praktis, dalam sepekan saham ADRO melonjak 23,42%, dalam sebulan terkerek 31,75%, sementara secara year to date (ytd) naik 16,08%.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan manajemen Adaro, pelaksanaan buyback saham tersebut tidak akan melebihi 20% dari modal disetor dan tetap menjaga jumlah saham beredar di publik (free float) sebesar 7,5% berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 2/2013 dan Surat Edaran OJK (SEOJK) No. 3/2020.

“Pembelian kembali saham perseroan akan dilakukan secara bertahap dalam periode 3 bulan terhitung sejak tanggal keterbukaan informasi ini yakni tanggal 27 September 2021 sampai dengan tanggal 26 Desember 2021,” ungkap manajemen Adaro, Senin (27/9/2021).

Manajemen Adaro menyebutkan, pelaksanaan pembelian kembali saham perseroan tidak akan memberikan pengaruh negatif terhadap kinerja dan pendapatan perseroan karena saldo laba dan arus kas perseroan yang tersedia saat ini sangat mencukupi untuk kebutuhan dana pelaksanaan buyback.

“Jika dana yang dialokasikan untuk pembelian kembali saham perseroan telah habis dan/atau jumlah saham yang akan dibeli kembali telah terpenuhi, maka perseroan akan melakukan keterbukaan informasi terkait dengan penghentian pelaksanaan pembelian kembali saham,” tulis manajemen.

Adapun, harga pelaksanaan buyback tersebut belum ditentukan, namun akan dilakukan pada harga yang dianggap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Manajemen ADRO yang dipimpin Garibaldi ‘Boy’ Thohir ini menegaskan, buyback saham tidak akan berdampak buruk bagi kegiatan usaha maupun pertumbuhan perseroan di masa yang akan datang.

Hanya saja, dampak dari buyback ini akan mengurangi jumlah aset dan ekuitas perseroan sebanyak-banyaknya Rp 4 triliun.

“Perseroan berharap dengan dilaksanakannya pembelian kembali saham perseroan akan memberikan tingkat pengembalian yang baik bagi pemegang saham serta meningkatkan 4 kepercayaan investor sehingga harga saham Perseroan dapat mencerminkan kondisi fundamental Perseroan yang sebenarnya,” ungkap manajemen Adaro.

Sumber

Baca juga: OJK Tutup 425 Investasi Ilegal

Tags: