Salah satu cara pengkategorian saham adalah berdasarkan kapitalisasi pasar dan volume perdagangannya. Pengkategorian ini dibuat sehingga membedakan saham menjadi tiga jenis. Pengetahuan terhadap pengkategorian ini dapat membantu mengangkat portofolio investasi saham kalian agar lebih untung.

Jenis Saham

Seperti yang sudah ditulis sebelumnya, perbedaan tiga jenis saham ini dibuat dengan pengkategorian berdasarkan volume perdagangan dan juga kapitalisasi pasarnya. Volume perdagangan adalah jumlah frekuensi transaksi dari saham tersebut di pasar. Sedangkan kapitalisasi pasar adalah nilai saham tersebut di pasar akibat jumlah sahamnya yang beredar dan harganya pada saat itu.

Pengkategorian ini dibentuk menjadi tiga yaitu saham firstliner, atau lapis satu yang biasa disebut sebagai blue chip, second liner atau lapis dua, dan third liner atau lapis tiga. Berikut adalah penjelasan masing-masing kategori tersebut dan apa yang membedakannya antara satu dengan lain.

Baca juga: Diversifikasi Portofolio Kamu dengan 4 Jenis Saham ini!

Jenis Saham First Liner

Saham pada kategori ini rata-rata memiliki kapitalisasi pasar sebesar 10 Triliun Rupiah ke atas. Akibat dari kapitalisasi pasarnya yang besar, volume perdagangannya cenderung tinggi. Namun, volatilitas dari saham kategori ini cenderung tidak tinggi atau stabil.

Saham pada kategori ini memiliki likuiditas yang tinggi akibat dari kapitalisasi dan volumenya yang besar. Peran saham di kategori ini juga besar terhadap bobot IHSG akibat dari besarnya saham di kategori ini.

Beberapa contoh saham pada kategori ini adalah saham pada indeks LQ45 seperti saham BBCA, UNVR, ICBP, BBRI, BMRI, dan TLKM. Saham-saham ini merupakan saham yang dikenal mayoritas investor dan memiliki reputasi yang baik akibat juga dari kinerja perusahaan saham-saham tersebut.

Jenis Saham Second Liner

Kategori ini merupakan kategori dengan saham-saham yang memiliki kinerja cukup baik dan likuiditas yang juga cukup tinggi. Kapitalisasi pasar saham pada kategori ini rata-rata bernilai 50 Milyar hingga 10 Triliun Rupiah. Akibat dari kapitalisasinya yang masih tergolong besar, saham ini masih memiliki volume yang cukup tinggi namun volatilitas yang cukup stabil.

Contoh saham pada kategori ini adalah saham seperti PWON, ASRI, JPFA, CPIN, LSIP, dan AISA. Saham-saham pada kategori ini tidak semuanya dikenal oleh investor awam seperti saham Blue Chip, akibat beberapa perusahaan di dalamnya yang masih berkembang.

Jenis Saham Third Liner

Kategori ini merupakan kategori dengan saham yang memiliki kapitalisasi pasar yang sangat kecil dan volatilitas yang tinggi. Saham pada kategori ini rata-rata memiliki kapitalisasi dibawa 500 Milyar Rupiah sehingga harganya murah.

Kinerja perusahaan saham di kategori ini umumnya tidak mencerminkan harga sahamnya. Hal ini disebabkan harga saham yang mudah dimanipulasi dengan transaksi yang tinggi atau “goreng”. Contoh saham pada kategori ini adalah DEWA, ENRG, UNSP, BNBR, dan BEKS yang merupakan saham perusahaan yang masih belum fasih di kuping investor awam. Hal ini disebabkan perusahaannya yang umumnya memiliki kinerja kurang baik atau masih berkembang.

Pengkategorian ini dapat membantu investor untuk memilih saham, sehingga portofolionya baik dan terhindar dari saham-saham yang dapat merugikan.

Tags: