Diversifikasi portofolio merupakan sebuah hal yang penting dalam melakukan investasi. “Don’t put your eggs in one basket” merupakan quote yang terkenal dalam investasi yang mendukung kegiatan diversifikasi.  Diversifikasi dilakukan untuk meminimalisir risiko yang ada dari instrumen investasi yang digunakan. Selain itu, diversifikasi dilakukan untuk memperbesar kemungkinan dalam keuntungan, sehingga diversifikasi merupakan hal yang sangat penting.

Diversifikasi Portofolio Saham

Salah satu instrumen investasi yaitu saham, juga tidak luput dari diversifikasi. Dalam instrumen saham, diversifikasi menjadi sangat penting akibat risikonya yang cukup tinggi. Sehingga, dengan melakukan diversifikasi, risiko tersebut dapat terminimalisir, dan juga keuntungan. Diversifikasi dalam instrumen saham, merupakan perbuatan membeli beberapa saham di beberapa sektor atau kategorisasi yang berbeda. Tujuannya adalah untuk menjelma beberapa perusahaan sekaligus, sehingga menciptakan portofolio yang menguntungkan. Salah satu cara mendiversifikasikan saham adalah dengan memiliki saham dari 4 jenis kategorisasi. 4 jenis ini adalah saham dengan pertumbuhan tinggi, saham dengan dividen tinggi, saham baru, dan saham yang kuat.

Saham Pertumbuhan Tinggi

Saham pertumbuhan yang tinggi merupakan salah satu kategorisasi saham yang berisi saham dengan pertumbuhan yang relatif positif dalam jangka panjang. Di Indonesia, kategorisasi ini dibentuk oleh IDX melalui indeks IDX Growth30. Indeks ini merupakan Indeks yang mengukur kinerja harga dari 30 saham yang memiliki tren harga relatif terhadap pertumbuhan laba bersih dan pendapatan dengan likuiditas transaksi serta kinerja keuangan yang baik.

Kepentingan dari saham pada kategori ini adalah, fungsinya untuk membantu portofolio investasi. Saham dalam kategori ini dapat memberikan harapan baik kedepannya akibat dari sifatnya yang selalu tumbuh dalam jangka panjang. Sehingga dapat selalu memberikan dampak positif bagi portofolio saham yang dimiliki dengan memberi keuntungan dalam jangka panjang. Saham dalam kategori ini mencakup saham yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari seperti bank, konstruksi, saham penghasil energi, dan saham barang konsumen. Daftar sahamnya selalu diperbarui oleh IDX untuk memenuhi kebutuhan informasi investor, dan dapat dilihat pada situsnya.

Saham Dividend Besar

Kategori berikutnya adalah saham dengan dividen yang tinggi. Saham dengan dividen yang tinggi, memberikan keuntungan yang baik akibat dividen yang diberikan selalu dikategorikan besar sehingga memberi nilai tambah yang baik untuk investor. Selain itu, saham pada kategori ini juga relatif kuat terhadap risiko pasar dan juga baik dalam keadaan pasar yang positif. Di Indonesia, saham pada kategori ini dibentuk dalam indeks IDX High Dividend 20.

Indeks ini merupakan indeks yang mengukur kinerja harga dari 20 saham yang membagikan dividen tunai selama 3 tahun terakhir dan memiliki dividen yield yang tinggi. Dividen yield yang tinggi akan memberikan dividen yang tinggi, sehingga memberi nilai tambah yang tinggi bagi investor. Terdapat kurang lebih 20 saham pada kategori ini yang selalu diperbarui tiap tahun oleh IDX dan daftar lengkapnya terdapat pada situs IDX.

Saham Baru

Saham baru adalah kategori saham yang baru saja melakukan IPO. Saham yang melakukan IPO, cenderung memiliki valuasi yang masih rendah namun prospek yang bagus. Di Indonesia, kategori terhadap saham yang baru IPO belum dibentuk secara resmi, namun terdapat indeks IDX Value30. Indeks ini mengategorikan perusahaan yang memiliki prospek bagus namun valuasi pasar yang masih rendah. Sehingga dapat disamakan dengan saham yang baru IPO.

Namun, harus diteliti lebih dalam mengapa valuasi rendah akibat dapat tersirat risiko-risiko yang tidak terlihat. Sama halnya dengan saham yang baru IPO, investor harus meneliti lebih dalam bagaimana perkiraan kedepannya. Karena, saham yang baru IPO atau yang masih rendah valuasi nya dapat memberikan keuntungan pertumbuhan yang besar, namun juga dapat memberikan kerugian yang besar tergantung pergerakan kedepannya. Sehingga, kemampuan analisis juga harus dimiliki investor, terutama dalam membaca laporan keuangan dan rencana atau target perusahaan.

Baca juga: Mekanisme IPO (Initial Public Offering) Saham Ternyata Semudah Ini Loh!

Saham Yang Kuat

Kategori terakhir adalah saham yang kuat, yaitu saham yang tidak goyah sebesar saham lain walau terjadi penurunan dalam perekonomian. Saham dalam kategori ini umumnya adalah saham pada sektor barang konsumen. Saham pada sektor ini merupakan saham yang kuat akibat barang yang dijual adalah barang kebutuhan pokok yang akan terus dikonsumsi manusia dalam masa apa pun. Oleh karena sifatnya, perusahaan yang menjadi produsen akan terus mendapat keuntungan walau tidak sama dengan keadaan baik, namun tidak seburuk sektor lainnya.

Indonesia belum memiliki kategori resmi dalam saham-saham yang kuat. Namun, terbukti dari data tahun 2020 oleh IDX, walau banyak keadaan yang membuat ekonomi turun, saham di sektor barang konsumen terbukti kuat. Pada kuartal pertama dan awal kuartal kedua, menurut IDX, pergerakan sektor ini memimpin pergerakan saham di Indonesia. Data ini mengindikasikan bahwa sektor saham barang konsumen patut untuk dimiliki akibat perlindungan yang diberikannya terhadap portofolio. Namun, seperti saham lainnya, sebelum membeli, perlu dilakukan analisis lebih dalam oleh investor.

Saham-saham ini, patut dimiliki dalam portofolio seorang investor saham, akibat dari fungsinya yaitu untuk diversifikasi dan melindungi keuntungan. Kategorisasi ini bukan kategorisasi satu-satunya dalam investasi saham. Namun, kategorisasi ini patut dicoba akibat dari sifatnya yang melengkapi satu sama lain.

Tags: