Dolar Amerika terus melemah terhadap beberapa mata uang utama. Pelemahan ini telah membuat nilainya kalah dengan Yen, Swiss Franc dan aset lain, yang membahayakan posisinya sebagai mata uang pengaman (safe-haven).

Dolar Amerika Terus Melemah

Amerika seperti mayoritas negara lainnya, nampak telah terhantam dahsyat oleh Covid-19 yang membuat perekonomiannya turun. Namun, Amerika mengalami penurunan yang cukup parah akibat kasus yang melonjak sangat tinggi, kurang kerja sama dari masyarakat, dan beberapa masalah konflik dan kontroversi pada negaranya. Semua masalah ini nampaknya berujung pada perekonomiannya yang memburuk, sehingga, pemerintah dan bank sentral nampak menggencarkan kebijakan untuk membantu perekonomiannya.

Cara untuk mendorong ini nampaknya dilakukan dengan kebijakan stimulus pada umumnya. Namun, nampaknya kebijakan stimulus ini terlihat sangat besar dan terlihat melemahkan Dolar Amerika. Dengan gencarnya kebijakan stimulus dan memburuknya perekonomian Amerika, nampaknya investor mulai menjauh dari Dolar Amerika.

Pergerakan ini berujung pada kegiatan “pembuangan” Dolar Amerika yang telah terjadi beberapa pekan ke belakang. Karena pergerakan ini, Dolar Amerika berpotensi kehilangan statusnya sebagai mata uang pengaman saat krisis atau safe-haven. Hal ini disebabkan oleh ketidakpercayaan lagi mayoritas investor pada Dolar Amerika dan pada perekonomian Amerika secara menyeluruh dalam masa ini.

Baca juga: The Fed Menjaga Suku Bunga Pada 0,25%, Dolar Amerika Terus Turun!

Pergerakan ini terlihat dari melemahnya Indeks Dolar Amerika yang kalah terhadap mata uang pengaman lainnya seperti Yen dan Swiss Franc. Sehingga nampaknya Dolar Amerika berpotensi kalah dan hilang statusnya sebagai mata uang pengaman utama.

Kekalahan Terhadap Yen dan Swiss Franc

Terlihat bahwa sejak munculnya gelombang kedua Covid-19, menggencarnya kebijakan stimulus, dan meningkatnya ketegangan nasional dan internasional Amerika, Dolar Amerika terlihat kalah dari Yen dan Swiss Franc.

Perbandingan Indeks Dolar Amerika (Hijau), Yen (Kuning), dan Swiss Franc (Merah)

Dapat dilihat bahwa dari awal 2020, Dolar Amerika masih sempat lebih kuat dari Yen dan Swiss Franc. Namun, sejak Mei, Dolar terlihat terus mengalami penurunan bersama dengan permasalahan global yang muncul dan Yen serta Swiss Franc naik. Pergerakan setelah Mei menunjukkan bahwa Dolar Amerika bukan lagi mata uang pengaman yang cocok saat krisis karena turunnya nilai saat muncul beberapa permasalahan global.

Sekarang, nampaknya mata uang yang paling kuat dari ketiga mata uang pengaman adalah Swiss Franc, karena apresiasinya yang paling tinggi. Walau Yen mengalami pergerakan yang sama, kenaikannya tidak sekuat Swiss Franc sehingga mata uang yang paling aman masih tetap Swiss Franc.

Namun, jika mencari aset pengaman, untuk saat ini nampaknya lebih baik memilih emas atau bitcoin karena nilainya yang sudah lebih tinggi dari Swiss Franc. Tercatat bahwa untuk saat ini, peningkatan tertinggi terjadi pada bitcoin yang diikuti dengan emas, bersamaan dengan Dolar Amerika yang turun.

Pergerakan ini bisa menjadi pertanda bahwa dana dari investasi di Dolar Amerika berpindah ke emas yang sudah mencapai puncak tinggi yang kemudian berpotensi pindah ke bitcoin. Sehingga, untuk saat ini, karena Dolar Amerika yang melemah dan emas yang terlihat sudah naik terlalu tinggi, bitcoin menjadi tempat investasi yang baik untuk menjaga keamanan. Ditambah dengan stabilitas dan pergerakan naiknya yang baru saja terjadi, bitcoin menjadi tempat yang tepat untuk menjaga kekayaan saat ini.

Tags: