The Fed menjaga suku bunga acuan Amerika pada 0,25%, angka yang tidak berubah dari perode sebelumnya. Penetepan suku bunga acuan ini dilakukan akibat upaya untuk melawan dampak dari Covid-19.

The Fed Menjaga Suku Bunga Acuan

Bank Sentral Amerika, The Fed, dikabarkan menjaga suku bunga acuan mereka pada 0,25%. Penetapan ini diumumkan bersamaan dengan pidato yang diberikan oleh kepala bank sentral, Jerome Powell. Untuk saat ini, penetapan suku bunga ini dikabarkan untuk terus melawan dampak dari Covid-19 yang memperlambat pertumbuhan ekonomi Amerika.

Penetapan suku bunga ini dikabarkan adalah salah satu cara Bank Sentral untuk menjaga perekonomian agar tetap bergerak. Penetapan ini dilakukan juga dengan kekhawatiran oleh bank sentral yang melalui kepalanya, menganggap bahwa perekonomian ke depan masih tidak pasti.

Dalam pidato oleh Jerome Powell, terdapat beberapa pernyataan yang menjadi sorotan utama. Beliau menyatakan bahwa perekonomian Amerika kedepannya masih belum pasti, dan beliau belum bisa memastikan kapan akan sembuh akibat tempo pemulihan yang melambat. Kemudian, Powel juga menyatakan persepsi negatifnya terhadap perekonomian dengan menyatakan bahwa The Fed akan terus mendorong kebijakan moneter ekspansif agar perekonomian terus bergerak.

Jerome Powell juga menyatakan kekhawatirannya yang akan terjadi setelah pemulihan selesai. Beliau mengatakan bahwa akan terjadi efek samping dalam ranah ketenagakerjaan, dimana setelah pandemi selesai akan terdapat pengangguran yang tinggi. Hal ini disebabkan kesediaan lapangan kerja yang tidak cukup mengingat adanya angkatan kerja baru ditambah angkatan kerja lama yang mencari pekerjaan lagi.

Baca juga: Euro Terlihat Akan Naik Ke Titik Tertinggi Sejak September 2018

Kedua pernyataan dan penetapan kebijakan ekspansif melalui suku bunga dan penyaluran dana bantuan, nampaknya membuat persepsi negatif pada Dolar Amerika.

Dolar Amerika Kemungkinan Terus Turun

Setelah adanya pidato dan penetapan suku bunga acuan tersebut, Dolar Amerika masih terus terlihat turun. Sejak adanya kabar tersebut, Dolar Amerika telah turun sekitar 0,5% terhadap beberapa mata uang besar. Penurunan ini merupakan lanjutan dari penurunan sejak Maret 2020 yang sekarang sudah mencapai sekitar 9,4% untuk Indeks Dolar Amerika.

Dengan adanya penetapan suku bunga acuan yang tetap dan terusnya The Fed menyalurkan dana bantuan, nampaknya Dolar Amerika akan terus terdepresiasi karena nilainya yang akan terus berkurang akibat jumlahnya yang terus bertambah. Ditambah dengan adanya persepsi negatif dari Bank Sentral Amerika terhadap perekonomian yang belum tahu hingga kapan, nampaknya Dolar Amerika akan terus melemah.

Jika pelemahan ini terus terjadi, ada kemungkinan yang sangat besar Dolar Amerika akan kehilangan status pengamannya. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pergerakan perpindahan aset pengaman dari Dolar Amerika ke aset lain. Aset lain yang dimaksud adalah emas, bitcoin, dan mata uang lain seperti Swiss Franc dan Yen.

Namun, nampaknya depresiasi Dolar Amerika tidak dapat dihindari akibat masih buruknya kasus Covid-19 dan juga masyarakatnya yang masih belum dapat bekerja sama secara maksimal dalam menangani Covid-19. Ditambah lagi dengan adanya konflik dengan Cina yang nampaknya akan terus membuat sentimen negatif bagi Amerika.

Tags: