Pasar Forex terbuka 24 jam dari Hari Senin Pukul 04.00 WIB hingga Hari Sabtu Pukul 03.00 WIB. Walau sudah jelas waktu perdagangan tersebut, sebenarnya, terdapat tiga sesi dalam Pasar Forex yang mempengaruhi perbedaan pergerakan pasar.

Tiga Sesi Pasar Forex

Terdapat tiga sesi dari waktu perdagangan Pasar Forex yang pada umumnya mempengaruhi pergerakan pasar. Walau Pasar Forex pada umumnya adalah pasar dengan likuiditas tertinggi, perbedaan tiga sesi ini dapat mempengaruhi perbedaan likuiditas tersebut.

Likuiditas yang berbeda ini disebabkan oleh volume perdagangan yang mempengaruhi volatilitas pasar. Tiga sesi ini mempengaruhi pergerakan pasar pada umumnya dan juga mempengaruhi beberapa pasangan mata uang secara spesifik.

Tiga sesi ini adalah Sesi Asia atau umumnya disebut Tokyo, Sesi Eropa atau umumnya disebut London, dan Sesi Amerika Utara atau umumnya disebut New York. Pembagian sesi ini didasarkan oleh waktu kerjanya pemain besar di wilayah tersebut yang pada umumnya menjadi penggerak pada sesi tersebut.

Sesi Asia atau Sesi Tokyo

Sesi ini, merupakan sesi pertama yang merasakan pembukaan Pasar Forex yang terjadi dari Pukul 06.00 WIB hingga 15.00 WIB. Hal ini disebabkan oleh perbedaan waktu, dimana saat Pasar Forex terbuka, wilayah benua ini adalah yang pertama menunjukkan Hari Senin pagi. Pembukaan di Senin ini berpengaruh akibat merupakan awal dari waktu kerja penggerak besar seperti bank dan pemerintah.

Di sesi ini, negara yang aktif di Pasar Forex pada umumnya adalah Jepang, Cina, Australia, Selandia Baru, dan Rusia. Akibatnya, mata uang yang aktif pada sesi ini adalah yang menyangkut negara-negara tersebut. Namun, dalam mayoritas Pasar Forex, pada sesi ini pergerakan besar belum terjadi dan banyak terjadi konsolidasi.

Sesi Eropa atau Sesi London

Sesi ini berisi dengan negara-negara yang berada di Benua Eropa dan berlangsung dari Pukul 14.00 WIB hingga 22.00 WIB. Sesi ini umumnya menggerakkan Pasar Forex saat negara-negara Asia mulai berhenti bekerja karena sudah mencapai sore hari. Sehingga, pada umumnya fungsi dari sesi ini adalah meneruskan pergerakan dari Sesi Asia.

Pergerakan pada sesi ini umumnya sangat cepat dan volatil. Hal ini disebabkan oleh waktu Sesi Eropa yang berada di antara Sesi Asia dan Sesi Amerika Utara. Akibat irisan ini, banyak volatilitas yang terjadi akibat banyaknya transaksi yang terjadi.

Hal ini disebabkan oleh pada Sesi Eropa, Sesi Asia mulai berakhir dan Sesi Amerika Utara mulai. Sehingga umumnya pemain besar di Asia sedang menutup transaksi atau melakukan transaksi terakhir dan Sesi Amerika mulai bergerak yang menciptakan volume yang besar.

Baca juga: Suku Bunga Acuan Turun Lagi! Rupiah Akan Melemah?

Sesi Amerika Utara atau Sesi New York

Sesi ini berisi Amerika, Kanada, dan beberapa negara di Amerika Selatan dan berlangsung dari Pukul 19.00 WIB hingga 04.00 WIB. Pada sesi ini, Asia sudah malam dan pemain besar sudah tidak pada jam kerja. Selain itu, Sesi Eropa juga sudah mulai berakhir sehingga hanya diisi oleh pemain di bagian Benua Amerika.

Namun, sebagai pusat acuan pasar keuangan dunia, Amerika memiliki volume yang besar. Akibat hanya Amerika saja yang bergerak tanpa campuran besar dari sesi lain umumnya volatilitas kecil namun volume sangat besar. Sesi ini umumnya dianggap sebagai sesi yang paling likuid akibat dari volumenya. Sehingga, umumnya sebagian trader forex melakukan perdagangannya pada sesi ini.

Kesimpulannya adalah Sesi Asia umumnya menghasilkan pergerakan konsolidasi, Sesi Eropa menghasilkan volatilitas dan volume besar, dan Sesi Amerika memberikan likuiditas yang tinggi. Sehingga,  sebagai trader, waktu-waktu ini dapat digunakan sesuai dengan strategi dan manajemen risiko masing-masing untuk memperkuat keuntungan.

Tags: