Suku bunga acuan Bank Indonesia dikabarkan turun untuk Bulan Juli ini. Keputusan penurunan tersebut dibuat pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang berlangsung tanggal 15 dan 16 Juli 2020.

Suku Bunga Acuan Turun

Hasil dari Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia dikabarkan membuat keputusan penurunan suku bunga acuan. Penetapan kebijakan penurunan ini merupakan penurunan kembali dari bulan lalu yang sudah turun. Penurunan yang terus terjadi diketahui adalah akibat dari pandemi virus yang menghantam perekonomian sangat kuat, bahkan dari awal tahun.

Tercatat bahwa sejak Januari 2020 hingga Juli 2020, suku bunga acuan sudah turun sebesar 1% dari 5% menjadi 4%. Keputusan dari rapat pada tanggal 15 dan 16 Juli 2020 merupakan penurunan dari 4,25% di Bulan Juni menjadi 4% di Bulan Juli.

Suku bunga yang turun 1% ini terjadi secara perlahan dimana dari Januari ke Februari turun 0,25% dan Maret turun 0,25%. Namun, dari Maret hingga Mei tidak terjadi penurunan suku bunga dan stagnan di angka 4,50%. Namun, dari Mei ke Juni turun sebesar 0,25% lagi menjadi 4,25% dan turun kembali di Juli menjadi 4%.

Baca juga: Angka Partisipasi Tenaga Kerja Australia Naik! Dolar Australia Turun

Dampak Penurunan 

Penurunan suku bunga yang terjadi, dapat menyebabkan Rupiah untuk turun. Hal ini disebabkan oleh hasil penetapan kebijakan ini, yang diharapkan menambah jumlah uang beredar hingga semakin banyak. Dengan semakin banyaknya jumlah uang beredar, maka nilai rupiah akan semakin turun.

Penurunan nilai ini terlihat dari fenomena yang terjadi terhadap nilai Rupiah jika dibandingkan dengan Dolar Amerika. Sejak penurunan pertama di tahun ini pada akhir Januari 2020, Rupiah telah turun sekitar 23,5%.

Namun, saat stagnan dan tidak turun lagi, Rupiah naik sekitar 16,7%. Saat ada penurunan kembali, Rupiah turun sekitar 3,6%. Sekarang, setelah adanya penetapan penurunan pada 16 Juli 2020 rupiah telah turun sekitar 1% terhadap Dolar Amerika. Sehingga, kemungkinan kedepannya, mata uang Rupiah akan terus turun nilainya akibat turunnya suku bunga acuan dan masih banyaknya ketidakpastian global.

Tags: