WIKA terus gencarkan proyek Internasional walau masih dalam kondisi perekonomian yang tidak stabil. Penggencaran proyek ke luar negeri ini dikabarkan untuk terus mendorong kinerja perusahaan.

WIKA Terus Gencarkan Proyek Internasional

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, (WIKA) terlihat masih terus menggencarkan proyek di luar negeri. Dikabarkan bahwa ekspansi internasional ini tertuju pada beberapa negara bagian di dunia seperti Asia, Timur Tengah, hingga Afrika.

Ekspansi internasional ini telah dilakukan WIKA selama 13 Tahun yang telah menggencarkan bisnisnya untuk proyek di 11 negara. Beberapa contoh proyek yang sudah dilakukan adalah, Istana Kepresidenan di Republik Niger, Sanying Metro Line di Taiwan, Limbang Cable Stay Bridge di Malaysia, Clarin Bridge di Filipina, Yangon Railway Upgrading dan Yangon Mandalay Circular Improvement di Myanmar, dan Soibada Bridge di Timor Leste.

Menurut Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito, ekspansi internasional dapat terjadi akibat portfolio yang luas di tingkat nasional. Selain itu dorongan juga terjadi akibat lini bisnis yang membuat WIKA dapat menawarkan jasa ke pasar internasional. Beliau juga mengatakan bahwa WIKA mampu masuk ke proyek yang berkategori kesulitan tinggi. Sehingga tidak membatasi proyek yang diambilnya dalam ranah internasional.

Baca juga: BJBR Masuk Indeks IDXQ30 Setelah Catat Laba 808 Milyar Rupiah

Agung juga menyatakan bahwa WIKA berusaha untuk menambah wawasan dan teknologi dalam setiap proyek yang melibatkan kontraktor internasional. Oleh karena itu, kompetensi WIKA dapat selalu meningkat dan dipercaya di ranah internasional.

Sekretatis WIKA, Mahendra Wijaya, juga menyatakan bahwa perusahaan masih aktif dalam mengikuti tender proyek domestik dan internasional. Untuk saat ini, WIKA menargetkan proyek senilai Rp15 Triliun di dalam negeri. Proyek ini akan berasal dari beberapa sektor yakni infrastruktur, energi, pabrik pengolahan, dan gedung. Selain itu, dikabarkan bahwa WIKA juga mengejar proyek di luar negeri.

Dampak Bagi Saham WIKA

Menurut Mahendra Wijaya, secara keseluruhan, WIKA telah membidik proyek sekitar Rp2 Triliun. Selain itu, WIKA juga melaporkan perolehan kontrak baru senilai Rp3,42 Triliun per Juni 2020. Hingga saat ini total kontrak yang dihadapi WIKA adalah senilai Rp 79,46.

Kabar ini menjadi kabar yang mencerminkan bahwa kinerja WIKA hingga saat ini masih terlihat baik walau terjadi penurunan akibat Covid-19. Hal ini terlihat dari saham WIKA yang relatif masih bergerak naik dari awal Agustus 2020.

Hingga saat ini dari awal Agustus 2020, WIKA telah mencatat apresiasi sebesar 9,46% dan kemungkinan akan terus naik. Akibat banyaknya sentimen positif dari fundamental perusahaan, kemungkinan besar saham WIKA kedepannya masih akan naik.

Tags: