Waskita Karya dikabarkan melepas 7 ruas jalan tol yang dikabarkan adalah untuk mengurangi beban utang senilai Rp 20 Triliun. Pelepasan ruas tol ini adalah agar kinerja dapat terdongkrak dan posisi Keuangan perusahaan menjadi lebih sehat.

Waskita Karya Lepas Ruas Jalan Tol

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WKST) dikabarkan melaksanakan proses pelepasan 5 hingga 7 ruas jalan tol untuk mengurangi beban utang. Ruas tol yang akan dilepas antara lain adalah ruas Bekasi-Cawang-Kampung Melayu dan ruas Cibitung-Cilincing. Waskita akan mengundang mitra strategis maupun melepas ruas tol melalui penerbitan instrumen ekuitas. Manajemen memperkirakan akan dapat mengurangi utang berbunga hingga Rp 20 Triliun.

Dikabarkan bahwa 5 hingga 7 ruas yang akan dilepas, saat ini sudah punya calon investor. Saat ini calon investor tersebut sedang melakukan proses due-diligence. Direktur Keuangan Waskita, memprediksi bahwa seluruh proses akan selesai di semester kedua tahun ini.

Hingga 30 Juni 2020, WSKT masih memiliki total kontrak sekitar Rp 46 Triliun yang dapat diproduksi menjadi pendapatan. Total kontrak tersebut terdiri dari sisa nilai kontrak sebesar Rp 38 Triliun dan nilai kontrak baru sebesar Rp 8,13 Triliun.

Baca juga: Japfa Akan Mengakusisi So Good Senilai Rp 1,2 Triliun!

Selama 6 bulan pertama tahun 2020, Waskita telah menandatangani kontrak baru untuk pembangunan proyek infrastruktur seperti jalan tol Pasuruan-Probolinggo seksi 4, tol Ciawi-Sukabumi seksi 3 dan 4. Selain itu proyek lainnya adalah jaringan irigasi rentang, pembangunan penguatan pantai DKI Jakarta, dan pembangunan beberapa fasilitas kesehatan penanggulangan COVID-19. Diprediksi bahwa dalam waktu dekat WSKT akan memperluas jangkauannya ke pasar internasional.

Kondisi WSKT

Waskita Karya sendiri membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 8,04 triliun di semester pertama Tahun 2020. Segmen jasa konstruksi menjadi pendorong pendapatan tersebut dengan total Rp 7,36 Triliun. Di luar jasa konstruksi, pendapatan juga didorong oleh segmen properti & hotel, beton pra-cetak, jalan tol, dan infrastruktur lainnya.

Direksi meniai bahwa saat ini sektor konstruksi sedang terhantam pandemi Covid-19 sehingga kinerjanya terhambat. Ditambah lagi dengan adanya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyebabkan sejumlah proyek konstruksi terhenti untuk sementara waktu. Namun, saat ini kinerja sudah mulai pulih dengan adanya masa transisi PSBB.

WSKT juga membukukan arus kas bersih positif dari aktivitas operasi sebesar Rp 1,7 Triliun. Pencapaian ini didukung oleh penerimaan kas dari pembayaran termin proyek yang dikerjakan dengan skema turnkey (contractor pre financing) maupun progress payment dengan total mencapai Rp 12 Triliun. Direksi mengabarkan bahwa target penerimaan termin proyek bisa mencapai Rp 31 Triliun hingga Rp 33 Triliun.

Untuk sahamnya, saat ini WSKT sedang mengalami penurunan sejak akhir Bulan Agustus 2020. Namun, kabar dari direksi ini kemungkinan dapat mendorong saham WSKT untuk naik akibat adanya proyeksi perusahaan yang akan lebih sehat. Dari sisi Keuangan dan operasional prediksi akan membaiknya keadaan berpotensi menjadi sentimen positif bagi saham WKST.

Dilansir dari Detik Finance

Tags: