Volatilitas pasangan mata uang Pound Inggris (GBP) dan Dolar Amerika (USD) terlihat meningkat secara signifikan pada pekan ini. Hal ini disebabkan adanya beberapa publikasi data oleh Amerika yang terlihat mempengaruhi pasar secara signifikan. Pekan depan, diprediksi hal yang sama akan terjadi akibat adanya dua hal yang akan mempengaruhi sentimen pasar secara signifikan.

Publikasi Data Amerika

Dua hal tersebut masing-masing berasal dari Inggris dan juga dari Amerika yang keduanya akan terjadi pada Hari Kamis 18 Maret 2021. Kedua hal ini adalah publikasi yang diprediksi memiliki dampak besar kepada pergerakan GBPUSD.

Dari Amerika, terdapat beberapa data yang akan dipublikasi pada pekan depan, termasuk data penjualan ritel, data bisnis, dan data sektor industri. Namun terdapat satu data yang akan mempengaruhi secara signifikan yaitu hasil rapat komite pasar terbuka bank sentral (FOMC).

FOMC akan menggelar rapat untuk membahas mengenai kondisi perekonomian dan kebijakan ke depannya untuk Amerika. Hasil rapat ini akan mempengaruhi kondisi Dolar Amerika karena memberikan pandangan mengenai kebijakan moneter ke depannya.

Oleh karena itu, mayoritas pasar nampaknya akan terlihat volatil juga mengingat kuatnya pengaruh dari Dolar Amerika di keseluruhan pasar keuangan. Namun, volatilitas GBPUSD sendiri akan meningkat dengan adanya pengaruh dari Inggris.

Publikasi oleh Inggris

Inggris juga akan menerbitkan beberapa data yang akan memperlihatkan kondisi perekonomiannya saat ini. Namun terdapat satu publikasi yang akan mempengaruhi pergerakan mata uangnya secara signifikan.

Publikasi tersebut akan datang dari Bank Sentral Inggris yang akan menentukan suku bunga acuan dan juga akan  memberikan pandangan mengenai kebijakan ke depannya. Publikasi ini menjadi sangat penting akibat mempengaruhi pergerakan ke depannya terutama jika terjadi perubahan pandangan dari ekspansif ke kontraktif.

Baca juga: Lelang Surat Utang 30 Tahun Amerika Positif, Dolar Amerika Menguat Lagi

Semua publikasi ini akan terjadi pada Hari Kamis 18 Maret 2021, dimana publikasi Inggris akan terjadi pada 20.00 WIB dan Amerika pada 02.00 WIB. Diprediksi bahwa keseluruhan kebijakan moneter masih akan bergerak dengan pandangan ekspansif.

Hal ini disebabkan adanya kebutuhan dari perekonomian untuk terus mendorong pertumbuhan akibat pemulihan dari Covid-19. Selain itu, kemungkinan menjadi lebih besar mengingat target inflasi yang masih harus diraih kedua negara ini.

Namun, hingga diketahui secara pasti, nampaknya pasangan mata uang GBPUSD masih akan bergerak secara volatil. Volatilitas ini akan meningkat terutama mendekati waktu publikasi tersebut pada pekan depan.

Tags: