Vale Indonesia (INCO) dikabarkan telah melakukan divestasi saham sekitar 20% saham. Transaksi ini dilakukan untuk mendukung kinerja ke depan, dan juga telah memperoleh dana sekitar Rp 5,52 Triliun.

Vale Indonesia Divestasi Saham

Untuk menopang kinerja jangka panjangnya, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) telah melakukan transaksi divestasi 20% sahamnya dengan PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau MIND ID. CEO dan Presiden Direktur INCO, Nico Kanter, mengatakan bahwa penyelesaian divestasi ini menempatkan perseroan pada posisi yang tepat. Informasi ini didapatkan dari keterbukaan informasi perusahaan di laman Bursa Efek Indonesia (BEI),

Maksud dari posisi yang tepat ini adalah untuk tetap berkontribusi bagi pembangunan Indonesia dan memperkuat komitmen jangka panjang perusahaan terhadap pengolahan sumber daya nikel guna peningkatan nilai tambah, keberlanjutan, dan pemberdayaan lokal di negara ini. Perusahaan percaya bahwa kemitraan strategis jangka panjang dalam mengelola sumber daya mineral di Indonesia ini sangat berharga bagi semua pemegang saham dan para pemangku kepentingan.

Penjualan dan pengalihan 20% saham yang telah dilakukan menghasilkan dana senilai Rp 5,52 Triliun. Berdasarkan data dari Bloomberg, transaksi itu dilakukan melalui PT Citigroup Sekuritas Indonesia. Sedangkan transaksi beli dilakukan melalui Danareksa Sekuritas.

Kepemilikan Saham

Vale Canada Limited dan Sumitomo Metal Mining Co Ltd sebagai pemegang saham mayoritas INCO, melepas kepemilikannya masing-masing sebesar 14,9% dan 5,1% kepada MIND ID. Dengan demikian, setelah transaksi selesai maka kepemilikan saham INCO akan berubah menjadi, Vale Canada Limited sebesar 43,79%, MIND ID 20%, Sumitomo Metal Mining 15,03%, dan publik sebesar 20,49%.

Direktur Keuangan INCO, Bernardus Irmanto, menjelaskan bahwa harga pelaksanaan transaksi itu masih sama dengan harga yang diumumkan sebelumnya. Harga tersebut berada pada Rp2.780 per saham. Bernardus pun menjelaskan bahwa setelah merampungkan divestasi, perusahaan akan melaksanakan beberapa kesepakatan yang tertuang dalam perjanjian pemegang saham.

Baca juga: Bank BRI Tawarkan Bunga KPR 7,15% Untuk Meningkatkan Pangsa Pasar

Kesepakatan ini mencakup kegiatan seperti melaksanakan debottlenecking study untuk melihat peluang memaksimalkan kapasitas produksi smelter yang dimiliki perseroan saat ini. Terkait kabar tersebut pada perdagangan kemarin, saham INCO berhenti di Rp3.440 per saham. Harga ini membuat INCO mengalami pelemahan sekitar 4,97%. Sepanjang tahun berjalan 2020, saham ini telah terkoreksi sekitar 5,49% yang juga didorong akibat faktor perekonomian global.

Dilansir dari IPOTNEWS

Tags: