Telkom Indonesia Tbk (TLKM) memastikan rencana penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) anak usahanya, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) akan dilakukan jelang akhir tahun ini.

Namun aksi korporasi ini akan juga mempertimbangkan kondisi pasar saat ini.

SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Indonesia Ahmad Reza mengatakan Mitratel memang saat ini tengah berupaya mengoptimalkan value creation perusahaan melalui aksi korporasi yang lebih besar.

Baru-baru ini Mitratel mendapatkan pengalihan menara dari PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), juga anak usaha Telkom, sebanyak 4.000 menara telekomunikasi dengan nilai transaksi tersebut mencapai Rp 6,18 triliun, termasuk biaya penjualan dan penyewaan balik (sale and lease back).

Pengalihan menara ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan antara kedua perusahaan. Setelah sebelumnya pada Oktober tahun lalu Telkomsel juga telah mengalihkan sebanyak 6.050 menara telekomunikasi miliknya ke Mitratel.

Pengalihan ini ditujukan untuk memperkuat fundamental bisnis dan menciptakan nilai tambah, sekaligus membantu Mitratel merealisasikan strategi jangka panjangnya.

Sedangkan bagi Telkomsel, agar perusahaan lebih fokus pada bisnis utamanya sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan di Indonesia dengan membangun ekosistem digital dan memberikan pengalaman digital terbaik bagi pelanggan.

Setelah pengalihan aset ini, Mitratel kini memiliki sebanyak 28.000 menara telekomunikasi. Langkah ini semakin mengukuhkan Mitratel untuk menjadi pemain terbesar di industri.

Setelah IPO, Mitratel berpotensi menjadi perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia, dengan jumlah menara 34.025. Hasil penggabungan 18.000 menara dimiliki oleh Telkomsel dan 16.025 sisanya milik Mitratel.

Adapun secara industri Mitratel merupakan perusahaan menara kedua terbesar dari sisi jumlah menara.

Sumber

Baca juga: Telkom Akan Memperkuat Anak Usaha, Mitratel! Pasar Belum Positif?

Tags: