Bank Mini – Prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Senin 25 Oktober 2021 berpotensi melemah. Prediksi IHSG hari ini berada di zona merah karena sejumlah sentimen negatif.

Sentimen pasar pada perdagangan Senin (25/10) masih relatif sepi, sehingga diperkirakan IHSG masih akan bergerak konsolidasi dengan kecenderungan adanya aksi profit taking lanjutan.

Investor akan mencermati perkembangan kasus baru Covid-19 varian baru di Rusia. Hal ini membuat investor kembali wait and see dalam beberapa waktu ke depan.

Namun, Harga saham emiten bank digital milik pengusaha nasional Chairul Tanjung PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) memimpin kenaikan saham-saham bank digital pada awal perdagangan hari ini, Senin (25/10/2021).

Sumber pukul 11:14

Berikut kinerja saham-saham bank digital, berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 09.56 WIB.

  1. Allo Bank Indonesia (BBHI), saham +4,89%, ke Rp 5.900/saham
  2. Bank QNB Indonesia (BKSW),+3,28%, ke Rp 189/saham
  3. Bank Aladin Syariah (BANK), +2,60%, ke Rp 2.370/saham
  4. Bank Capital Indonesia (BACA), +1,27%, ke Rp 320/saham
  5. Bank Neo Commerce (BBYB), +0,71%, ke Rp 1.415/saham
  6. Bank Jago (ARTO), +0,67%, ke Rp 15.000/saham
  7. Bank MNC Internasional (BABP), 0,00%, ke Rp 254/saham
  8. BRI Agroniaga (AGRO), -0,99%, ke Rp 2.000/saham

Mengacu pada data IHSG di atas, dari 8 saham Bank, 6 Bank di antaranya menguat, satu saham stagnan, dan satu sisanya terkoreksi.

Saham BBHI melesat 4,89% ke Rp 5.900/saham dengan nilai transaksi Rp 17,83 miliar. Dalam sepekan saham ini melejit 19,39%, sedangkan dalam sebulan melonjak 45,89%.

Hanya saja belum diungkapkan secara detail siapa calon investor strategis yang akan masuk menjadi pemegang saham bank eks Bank Harda ini.

Di bawah BBHI, ada saham BKSW yang terkerek 3,28% ke Rp 189/saham, melanjutkan kenaikan 0,55% pada perdagangan Jumat pekan lalu.

Ketiga, ada saham BANK yang naik 2,60% ke RP 2.370/saham, usai terapresiasi 2,67% pada perdagangan Jumat minggu lalu.

Kabar terbaru, Bank Aladin berencana untuk melakukan penambahan modal via rights issue senilai 2 miliar saham atau setara dengan 13,21% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan setelah HMETD dengan nominal Rp 100/saham.

Berdasarkan prospektus yang dirilis perusahaan, dana hasil aksi korporasi ini rencananya akan digunakan untuk peningkatan aset produktif dalam rangka pengembangan usaha perusahaan.

Sumber

Baca juga: PT Allo Bank Indonesia Tbk Resmi Jadi Bank Digital Setelah Kantongi Izin OJK

Tags: