PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI), bank milik pengusaha nasional Chairul Tanjung, disebutkan baru saja resmi mendapatkan izin layanan perbankan digital dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berdasarkan dokumen yang dilihat CNBC Indonesia, OJK memberikan persetujuan Produk/Aktivitas Baru, Aplikasi, Sistem Utama dan Sistem Penunjang bagi Allo Bank tersebut, mengacu pada surat bernomor S-159/PB.333/2021 tertanggal 10 September 2021 yang diteken oleh Direktur Pengawasan Bank 3 OJK, Masagus Abdul Azis.

“Dapat kami informasikan bahwa Produk/Aktivitas Baru, Aplikasi, Sistem Utama dan Sistem Penunjang bank Saudara [Direksi Allo Bank Indonesia] telah kami catat dalam administrasi pengawasan OJK,” tulis informasi dalam surat dikutip Senin (13/9/2021).

Persetujuan itu merujuk pada surat yang dikirimkan manajemen BBHI Nomor 115a/BHI.OJK/VI/2021 tanggal 21 Juni 2021 perihal Ringkasan Eksekutif terkait Rencana Penerbitan Produk dan/atau Layanan Baru.

Kemudian surat BBHI Nomor 008/DIR-RCD-REG/21 tanggal 6 Agustus 2021 perihal Permohonan Izin Produk Baru dan Sistem Pendukungnya beserta Standard Operation Procedure (SOP), dan mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.12/POJK.03/2018 tanggal 6 Agustus 2018 perihal Penyelenggaraan Layanan Perbankan Digital oleh Bank Umum.

Adapun Produk/Aktivitas Baru, Aplikasi, Sistem Utama dan Sistem Penunjang Allo Bank yang mendapatkan persetujuan yakni:

1. Bank Digital

  • Time deposit, transfer, top up, bill payment, payment
  • Account statement
  • Wallet (dompet elektronik)
  • Pay later, Instant cash
  • QRIS MPM.

2. AlloApps

a. Digital onboarding

  • Uang Elektronik (Allo Pay, Allo Pay+)
  • Funding (Allo Prime, time deposit)

b. Transfer point internal user Allo

c. Produk – produk bank digital sebagai berikut :

  • Time deposit, transfer, topup, bill payment, payment
  • Account statement
  • Wallet (Dompet elektronik)
  • Pay later dan Instant cash
  • QRIS MPM.

3. Core Banking, GL System, Risk Management System.

Persetujuan terhadap produk/layanan tersebut di atas hanya untuk perangkat Android.

Adapun untuk implementasi di luar perangkat Android, manajemen Allo Bank wajib menyampaikan kembali permohonan persetujuan atau pengajuan pelaporan, disesuaikan sebagaimana kriteria fitur dimaksud.

Sedangkan produk/layanan dapat dilaksanakan sepanjang telah memperoleh persetujuan dari regulator terkait dan PT Bank Mega Tbk (MEGA) sebagai induk telah memperoleh persetujuan sebagai pihak penyedia jasa.

Saham PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) naik signifikan pada awal pekan ini. Mengutip data RTI, Selasa siang pukul 11.06 WIB, saham BBHI naik 10,20 persen ke posisi Rp 3.890. Saham BBHI dibuka melonjak 270 poin ke posisi Rp 3.800 per saham. Saham BBHI berada di level tertinggi Rp 4.390 dan terendah Rp 3.740 per saham.

Total frekuensi perdagangan 28.836 kali dengan volume perdagangan 595.188. Nilai transaksi Rp 243 miliar. Penguatan saham BBHI telah berlangsung sejak 9 September 2021. Saham BBHI naik tiga hari beruntun. Pada 9 September 2021, saham BBHI naik 7,08 persen ke posisi Rp 2.270 per saham. Kemudian berlanjut pada 10 September 2021, saham BBHI melambung 24,67 persen ke posisi Rp 2.830 per saham.

Selanjutnya pada penutupan perdagangan 13 September 2021, saham BBHI melonjak 24,73 persen ke posisi Rp 3.530 per saham.

Sementara itu, pada Selasa pekan ini, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung menguat. IHSG naik 0,47 persen ke posisi 6.116. Indeks LQ45 menanjak 0,33 persen ke posisi 868,28. Sebagian besar indeks acuan kompak menghijau.

Sebanyak 272 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 199 saham melemah dan 175 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 837.413 kali dengan volume perdagangan 14,5 miliar saham. Nilai transaksi Rp 6,6 triliun.

Sumber

Baca juga: Bank Digital Di Prediksi “Marak” Oleh Direktur BCA, Begini Tanggapan OJK Soal Regulasi

Tags: