Telkom dikabarkan akan memperkuat salah satu anak usahanya yaitu PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel. Langkah ini dikabarkan untuk memperbesar kapasitas usaha dari Mitratel itu sendiri.

Telkom Akan Memperkuat Mitratel

PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) berencana memperbesar kapasitas anak usahanya, Mitratel. Hal ini dilakukan agar Mitratel kuat sebelum melaksanakan penawaran umum perdana saham atau aksi korporasi lain. Telkom akan mengonsolidasikan menara telekomunikasi yang dimiliki oleh PT Telekomunikasi Selular atau Telkomsel sebagai langkah untuk memperbesar kapasitas Mitratel.

Vice President Investor Relations Telkom, Andi Setiawan, mengatakan bahwa saat ini Telkom memiliki 34.025 menara. Menara tersebut terdiri atas 18.000 menara milik Telkomsel dan 16.025 menara milik Mitratel. Menurut pernyataan dari Andi, secara industri, Mitratel menjadi penyedia menara terbesar kedua saat ini.

Telkom berencana memperbanyak menara milik Mitratel dengan mengonsolidasikan menara yang ada di Telkomsel. Andi mengungkapkan, pada tahap pertama, Telkom akan mengonsolidasikan sekitar 5.000-6.000 menara milik Telkomsel ke Mitratel. Konsolidasi ini akan dilakukan, sehingga Mitratel bisa menjadi penyedia menara terbesar di Indonesia.

Baca juga: Label Manajemen BTS, Big Hit Entertaintment Akan IPO!

Setelah kapasitas meningkat, Telkom baru menyusun rencana untuk “membuka” Mitratel. Hal ini bisa dilakukan melalui IPO ataupun kerja sama dengan mitra strategis. Andi mengungkapkan, rencana ini bukan hanya bertujuan untuk mencari dana. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan valuasi dari Mitratel. Sebagai perusahaan penyedia menara, valuasi Mitratel berada di bawah valuasi industri yang mencapai 10-11 kali.

Dari sisi peluang, pengembangan Mitratel juga sangat prospektif di tengah perkembangan jaringan 4G dan 5G. Perkembangan ini mengharuskan adanya penambahan menara karena tingginya permintaan pelanggan. Dengan peningkatan dari Mitratel, perusahaan juga lebih leluasa melakukan aksi korporasi di industri penyedia menara. Aksi korporasi ini berupa akuisisi dan penggabungan yang aktivitasnya cukup aktif di industri sejak 2008.

Sentimen Belum Diterima Secara Positif

Dari sisi kinerja, Mitratel juga bisa meningkatkan tenancy ratio dan EBITDA margin. Per semester I-2020, tenancy ratio Mitratel yang mencapai 1,54 kali dan EBITDA margin 67,6% masih jauh tertinggal dari pesaingnya yang sudah berstatus perusahaan terbuka. Sehingga, kabar peningkatan anak usaha dari Telkom ini belum dapat diterima secara baik oleh pasar akibat kemungkinan dipandang sebagai beban.

Pergerakan Saham TLKM

Mengingat tekanan sentimen negatif Covid-19 yang juga masih sangat kuat terhadap pasar global yang juga berdampak pada IHSG, saham TLKM sendiri juga sedang mengalami masa sulit. Saat ini, saham ini masih bergerak turun setelah pulih di Bulan Maret, berkonsolidasi, dan kemudian turun sejak Juli. Saat ini, harga nampaknya mulai menuju ke harga terendah tahun 2020.

Dengan banyaknya sentimen negatif mengelilingi TLKM nampaknya tujuan selanjutnya kemungkinan pada Rp 2.544 sebelum menyentuh Rp 2.453. Setelah itu, jika tekanan jual masih kuat kemungkinan saham ini akan terus turun melanjutkan keterpurukannya tahun ini.

Namun, jika ternyata berhasil terdorong akibat adanya sentimen positif, kemungkinan besar tujuan selanjutnya ada pada batas atas Rp 2.800. Kemudian, kemungkinan target selanjutnya berada pada Rp 2.901 sebelum naik ke Rp 3.065 dan Rp 3.184. Jika berhasil terus naik, kemungkinan besar tujuan selanjutnya adalah pada Rp 3.357 sebelum naik ke Rp 3.545 dan terus naik. Namun, mengingat banyaknya sentimen negatif, walau ada kabar mengenai Mitratel, nampaknya apresiasi ini masih jauh.

Dilansir dari Investor Daily

Tags: