Suku bunga acuan Australia terlihat tetap pada 0,10% walau terjadi peningkatan dalam harga properti dan pemulihan ekonomi yang sudah mulai terjadi. Angka ini merupakan angka tetap dan terlihat pada nilai terendahnya sepanjang masa.

Suku Bunga Acuan Tetap

Bank Sentral Australia (RBA) baru saja menentukan suku bunga acuannya setelah rapatnya pada 10.30 WIB hari ini. Walaupun terjadi peningkatan dalam kondisi perekonomian, Australia memilih untuk menetapkan suku bunga acuannya pada 0,10%.

Penetapan ini dirasa sesuai dengan rencana tiga tahun ke depan oleh bank sentral yang dirasa cukup untuk memulihkan kondisi perekonomian. Sebelumnya, diprediksi bahwa harga sektor properti akan mengalami penurunan akibat suku bunga rendah ini.

Namun, kenyataannya harga sektor properti saat ini mengalami apresiasi yang signifikan dengan apresiasi terbesar dalam 17 tahun terakhir. Gubernur bank sentral, Philip Lowe menyatakan bahwa penentuan suku bunga acuan saat ini juga sesuai dengan kondisi sektor properti.

Saat ini kondisi perekonomian terlihat mulai memulih akibat kebijakan ekspansif yang terus diterapkan oleh bank sentral dan pemerintah.

Teori Ekonomi Masih Berlanjut

Saat ini kondisi Australia dari sisi keuangan sedang mengalami suku bunga terendah dalam pinjaman yang mendorong harga properti naik. Hal ini disebabkan kemudahan untuk mendapatkan pinjaman dalam membeli rumah.

Selain itu, kondisi perekonomian juga terlihat membaik dengan adanya jumlah uang beredar yang bertambah. Bukti nyatanya adalah melalui jumlah pengangguran yang turun ke 6,6% bersama data lowongan kerja yang meningkat.

Sekarang, proyeksi jangka panjang untuk pemulihan ditargetkan pada Tahun 2023 hingga 2024. Namun kebijakan ekspansif ini membuktikan bahwa teori perekonomian masih terus berlanjut secara nyata.

Baca juga: Publikasi Data Manufaktur Inggris dan Amerika, Ini Tujuan GBPUSD

Hal yang dimaksud adalah, dengan adanya kebijakan ekspansif maka perekonomian akan terus maju bahkan berhasil melawan hambatan yaitu Covid-19. Hal ini juga membuktikan bahwa suku bunga acuan memiliki peran penting terhadap pergerakan perekonomian di suatu negara.

Untuk saat ini, mayoritas negara masih menerapkan kebijakan ekspansif dari sisi moneter maupun fiskal. Kemungkinan besar, semua akan terjadi hingga pandemi akan selesai akibat Covid-19 yang masih terus berpengaruh dalam perekonomian dunia.

 

 

Tags: