Sisa Supply Bitcoin Sekarang Ada Berapa, Ya?

Bitcoin sebagai salah satu aset krpto terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasarnya merupakan pelopor dari lahirnya koin alternatif (Altcoin) baru yang ada hingga saat ini.

Selain menjadi pelopor, Bitcoin juga menjadi kripto yang paling populer karena harganya yang sangat tinggi, bahkan pada November 2021, Bitcoin pernah menyentuh harga hampir USD 69.000 atau sekitar Rp 991,4 juta (asumsi kurs Rp 14.368).

Meskipun populer, ternyata bitcoin memiliki persediaan yang terbatas. Lantas ada berapa persediaan Bitcoin saat ini dan berapa sisa suplainya yang tersedia?

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Senin (4/4/2022) Bitcoin memiliki maksimum suplai sebanyak 21 juta Bitcoin. Hingga saat ini, sudah ada sekitar 19.001,856 Bitcoin yang berhasil ditambang atau yang telah beredar di dunia.

Jika dihitung selisih antara total suplai dengan yang sudah beredar saat ini, sisa keseluruhan suplai Bitcoin sekarang adalah sebanyak 1.998.144.

Baca juga: Supply Bitcoin yang Beredar di Bursa Kripto Hanya Tersisa 1,3 juta!

Dilansir dari Investopedia, Bitcoin merupakan mata uang digital terdesentralisasi yang dibuat pada Januari 2009. Ini mengikuti gagasan yang ditetapkan dalam white paper milik Satoshi Nakamoto.

Bitcoin menawarkan janji biaya transaksi yang lebih rendah daripada mekanisme pembayaran online tradisional, dan tidak seperti mata uang yang dikeluarkan pemerintah, Bitcoin dioperasikan oleh otoritas yang terdesentralisasi.

Namun, alasan mengenai persediaan Bitcoin yang hanya 21 juta belum dijelaskan secara pasti dan langsung dari Satoshi sendiri.

Meski begitu, sebetulnya tak perlu khawatir jika tidak mengetahuinya. Lantaran, mata uang ini dapat dibagi sampai jumlah yang tak terhingga secara efektif.

Artinya, jumlah tepatnya bukan menjadi masalah selama bisa membaginya menjadi berapa bagian sesuai persetujuan dengan pihak lain, selama jumlah batasnya tetap sama. Karena seperti diketahui, masih ada nominal terkecil dari Bitcoin yaitu Satoshi.

Sumber

Baca juga: Usia Berapa yang Diperlukan untuk Berinvestasi di Saham?