Singapura meningkatkan pasar kripto dengan adanya platform perdagangan baru bernama Diginex. Diginex baru saja meluncurkan platform perdagangan kripto di Singapura, yang telah menjadi tempat keramaian untuk aktivitas kripto beberapa tahun terakhir.

Singapura Meningkatkan Pasar Kripto

Pada saat artikel ini ditulis, Diginex baru saja diberikan hak untuk beroperasi tanpa dibebani beberapa persyaratan administrasi perizinan. Selain itu, Diginex juga berencana untuk melantai di bursa Amerika melalui indeks Nasdaq dalam beberapa pekan ke depan.

Diginex menyatakan bahwa platform perdagangannya akan terfokus pada kontrak derivatif dari mata uang kripto. Namun, pilihan seperti kontrak spot, kontrak berjangka, kontrak options, dan produk lainnya juga tetap dapat digunakan oleh trader pada akhir kuartal ketiga tahun ini. Perusahaan ini mengatakan bahwa Diginex akan memiliki tampilan yang mudah digunakan terutama untuk trader ritel yang belum memiliki pengalaman banyak.

Baca juga: Penurunan Ethereum Dikatakan Sebagai Kesempatan Membeli!

CEO Diginex, Ryan Byworth menjelaskan bahwa analisis mengenai industri kripto dari perusahaannya telah membuat perusahaannya lebih sadar mengenai solusi baru dalam mengatur portofolio. Selain itu, analisis perusahaannya juga membantu memahami pola perdagangan institusi dalam aset digital ini, sehingga memberikan Diginex pengetahuan lebih tentang pasar.

Saat ini, Diginex sedang mengurus perizinan terakhir dari Monetary Authority of Singapore dengan jangka waktu pengurusan 6 hingga 12 bulan. Jika perizinan diurus dalam jangka waktu tersebut, Diginex dapat beroperasi dengan normal.

Byworth menyatakan bahwa walau berpusat di Hongkong, perusahaannya sedang mencari lokasi di Singapura akibat mudahnya perizinan di negara tersebut. Pernyataan ini dibuat setelah Menteri Senior, Tharman Shanmugaratnam, membuat pernyataan mengenai penetapan regulasi untuk perdagangan kripto.

Meningkatnya Aktivitas Aset Digital

Pada Bulan November 2019, Singapura menyatakan bahwa pertimbangan terhadap pasar untuk kontrak derivatif dari koin kripto seperti bitcoin dan Ethereum sedang dilakukan. Inovasi ini dibentuk agar terjadi peningkatan aktivitas dari investor dan trader di luar Singapura agar masuk ke negara tersebut. Sehingga, kedepannya negara ini dapat tumbuh dalam aktivitas pasar digital, meningkatkan pertumbuhannya yang sudah sangat baik.

Singapura merupakan satu dari beberapa negara di Asia yang membantu benua tersebut untuk meningkatkan aktivitas perdagangan kriptonya. Contoh lain dari negara yang memajukan Asia dalam perdagangan dalam aset digital adalah Cina dan India.

Cina merupakan tempat bagi dua penambang mata uang kripto terbesar di dunia, yaitu Bitmain dan Canaan Creative. India merupakan negara yang baru saja mengangkat regulasi mengenai larangan terhadap bitcoin dan kripto. Sehingga, dengan adanya regulasi baru yang mendorong perdagangan, India menjadi tempat tumbuhnya aset digital di Asia.

Dilansir dari Live Bitcoin News