Biaya pinjaman untuk pemodal bayangan kelas atas India turun bulan lalu, setelah kebijakan ekonomi paling agresif dalam satu dekade membantu mencegah memburuknya sektor ini selama masa pandemi.

Dilansir dari Bloomberg.com, premi yang dicari investor untuk membeli obligasi AAA ranked five-year dari pemberi pinjaman keuangan non-bank atas sekuritas pemerintah terbilang menurun pada bulan Mei setelah memperoleh peningkatan selama tiga bulan berturut-turut. Custom index dari total hutang pada 50 pemodal tetap di level yang sama dengan bulan sebelumnya.

Pihak pemerintahan India tidak meninggalkan kebutuhan bisnis yang terlewat untuk membantu pemberi pinjaman non-bank mengatasi krisis kredit yang dimulai pada 2018 dan memburuk setelah masa lockdown terbesar di dunia diberlakukan untuk menahan penyebaran virus. Mendukung para pemodal yang memberikan pinjaman kepada semua orang mulai dari pedagang kecil hingga taipan adalah penting bagi upaya Perdana Menteri Narendra Modi untuk menghidupkan kembali ekonomi yang akan menyusut untuk pertama kalinya dalam empat dekade.

Upaya Pemerintah India Selamatkan Perekonomian

Pemerintah setempat pada pertengahan Mei mengumumkan 3 triliun rupee ($ 39,7 miliar) pinjaman tanpa agunan untuk usaha kecil negara dan 750 miliar rupee jalur kredit khusus untuk sektor perbankan bayangan. Menambah paket stimulus, bank sentral pada 22 Mei memangkas suku bunga pembelian kembali paling rendah sejak langkah itu diperkenalkan pada tahun 2000.

Baca juga: Siklus Rebound Tak Kunjung Membaik, Saham Bank India Memburuk

Meskipun ada perbaikan setelah upaya pemerintah India, masih ada kekhawatiran yang tersisa. Moody’s Investors Service menurunkan peringkat negara pada pekan lalu ke tingkat investasi terendah dan mengatakan tidak mengharapkan krisis kredit di sektor non-bank untuk diselesaikan dengan cepat.

Skor yang melekat pada masing-masing indikator telah dihitung oleh Bloomberg dengan menormalkan penyimpangan nilai terbaru dari indikator dari rata-rata tahunan dan telah ditetapkan pada skala 1 hingga 7, dengan angka 1 artinya menunjukkan tingkat kelemahan dan 7 menunjukkan kekuatan.

Mengingat hingga saat ini India masih berjibaku dengan usaha penanganan penyebaran virus di wilayahnya. Sepertinya masih dibutuhkan banyak waktu dan pertimbangan untuk bisa menangani dampak ekonomi virus ini.

 

Tags: