Rupiah terlihat masih menguat hingga siang ini walau sempat terkoreksi setelah menyentuh Rp 13.975 pagi ini terhadap Dolar Amerika. Saat ini Rupiah sedang berada di Rp 14.042 terhadap Dolar Amerika dan belum terlihat akan naik.

Rupiah Terus Menguat

Sentimen dari kemenangan Joe Biden nampaknya masih terasa hingga hari ini akibat banyaknya kabar positif di pasar keuangan, terutama untuk Indonesia. Setelah Joe Biden menang, dikabarkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan Rupiah masih terus menguat hingga hari ini.

Sentimen ini disebabkan oleh adanya harapan baru terhadap perekonomian dunia akibat pemimpin Amerika yang baru. Pemimpin baru ini memberikan harapan kestabilan politik akibat Biden yang diprediksi akan memimpin dengan cara yang jauh dari Trump.

Diprediksi bahwa ketegangan politik akan berkurang, terutama terhadap Cina, yang akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan politik dunia secara agregat. Oleh karena itu, negara berkembang seperti Indonesia akan terimbas positif akibat lebih stabilnya politik yang akan berdampak pada perdagangan internasional.

Selain itu, kabar dari Vaksin Pfizer yang baru saja dipublikasi juga nampaknya memberikan sentimen bagi pasar keuangan secara global. Walau belum didistribusikan ke masyarakat umum, vaksin ini telah berhasil memberikan 90% efektivitas melawan Covid-19 dari hasil uji coba.

Oleh karena itu, nampaknya pasar keuangan secara agregat akan terus terdampak secara positif dan akan terus naik. Hasilnya, Indonesia akan ikut terimbas dan apresiasi pasar saat ini berpotensi akan terus terjadi.

Sisi Negatif Apresiasi

Ke depannya, kemungkinan Dolar Amerika akan terus melemah dan membuat Rupiah terus naik. Hal ini disebabkan dana stimulus Amerika yang diprediksi akan terus bertambah akibat kepemimpinan Biden yang peduli kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, Donald Trump tidak menyetujui dana stimulus ini akibat dianggap berlebihan dan dapat menurunkan Dolar Amerika. Namun, nampaknya kepentingan masyarakat akan menjadi tujuan utama Biden walau benar Dolar Amerika akan terus turun akibat bertambahnya jumlah yang beredar dari dana stimulus.

Baca juga: Dolar Australia Diprediksi Naik Bersama Kabar Joe Biden dan Covid-19

Tetapi, kabar baiknya, dana stimulus tersebut dapat menjadi senjata apresiasi untuk pasar keuangan dan perputaran roda perekonomian. Selain itu, kabar tersebut menjadi dorongan apresiasi untuk Rupiah yang hingga saat ini belum menambah kebijakan ekspansif.

Tetapi, ada sisi negatif dari apresiasi yang terus terjadi, yaitu jika berlebihan, dapat menyebabkan nilai tukar Rupiah kurang menarik di pasar internasional. Hal ini dapat menyebabkan transaksi ekspor menjadi lebih sedikit akibat mahalnya Rupiah di pasar internasional.

Namun, masih terdapat kemungkinan intervensi dilakukan oleh Bank Indonesia untuk menjaga nilai Rupiah agar tidak terapresiasi secara berlebihan. Tetapi, hingga saat ini intervensi belum dilakukan yang berarti apresiasi ini masih dianggap wajar sehingga masih aman.

Tags: