Rupiah melemah terhadap dollar pada Selasa pagi. Hingga pukul 11.18 WIB dihari yang sama, nilai tukar rupiah turun 0,38%. Merosost sebanyak 60 poin dari Rp15.680 berdasarkan data investing.com.

Dilansir dari Bloomberg rupiah USD/IDR dibuka di angka 15.700 per dollar AS pada hari Selasa, nilai ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan penutupan trading sebelumnya dengan capaian angka 15.630 per dollar AS. Menjelang siang hari, rupiah mulai mengalami penguatan dan bergerak ke angka 15.681 per dollar AS.

Rupiah bergerak dalam kisaran angka 15.680 hingga 15.706 per dollar AS, sejak pagi hingga menjelang siang pada hari ini. Jika ditelaah dari awal tahun, rupiah sudah terpantau melemah sebesar 13,09%. Dilain sisi, berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jidor), Bank Indonesia (BI), rupiah berada di angka 15.722 per dollar AS. Capaian ini terbilang menguat jika dibandingkan dengan torehan angka sebelumnya yakni di angka 16.840 per dollar AS.

Baca juga: Kondisi Mata Uang ASEAN Dalam Pandemi

Beberapa analis juga berpendapat mengenai pergerakan rupiah yang terjadi hari ini. Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra mengatakan dalam Suara.com pada Selasa kemarin, kini sentimen pasar cukup positif  di pagi ini dengan indeks saham Asia dan indeks saham berjangka AS bergerak positif pada pagi hari. Data ini membantu rupiah untuk dapat mengalami penguatan pada pembukaan hari ini.

Masih Menunggu Kebijakan Moneter BI

Tak hanya itu, pergerakan nilai tukar rupiah juga masih menunggu kebijakan moneter Bank Indonesia pada hari ini. Aris mengatakan, kebijakan pemangkasan ini juga sejalan dengan kebijakan pemangkasan suku bunga lanjutan the Fed yang sudah mendekati 0%. Kebijakan yang diambil ini juga membantu pemulihan ekonomi untuk menghasilkan nilai positif bagi rupiah.

Sehubungan dengan hal ini, dilansir dari KataData.com, Bank Indonesia diperkirakan tidak akan memangkas suku bunga acuannya pada bulan ini. Keputusan ini diambil seiring dengan nilai tukar rupiah yang masih rentan tertekan aliran modal asing yang dicabut terkait dengan penyebaran pandemi virus corona di tanah air. BI berencana akan mengumumkan hasil rapat dewan gubernur pada siang ini.

Eric Sugandi, Pengamat Ekonomi Institut Kajian Strategis Universitas Kebangsaan, mengungkapkan bahwa sejauh ini BI belum menurunkan suku Bungan acuan dalam beberapa waktu kedepan.

 

 

Tags: