Portofolio Jiwasraya yang mengalami kerugian hingga triliunan rupiah ternyata sebagian besar disebabkan oleh 24 saham ini.

Portofolio Jiwasraya

Dari seluruh saham yang berada di portofolio investasi PT Asuransi Jiwasraya, ternyata terdapat 24 saham yang menyebabkan kerugian. Kerugian yang diraih dari 24 saham ini dikabarkan mencapai angka triliunan rupiah, dimana kerugian tersebut ditanggung oleh negara.

Kerugian ini merupakan bagian dari buruknya pengelolaan investasi yang didukung dengan hasil audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Hasil audit menyatakan bahwa mayoritas investasi yang dilakukan oleh Jiwasraya adalah kepada aset yang tidak likuid dan tidak memiliki potensi pertumbuhan secara optimal.

Selain itu yang membuat rugi adalah juga beberapa kecurangan yang dilakukan seperti penempatan investasi pada instrumen yang dimanipulasi. Manipulasi di sini adalah karena Jiwasraya menginvestasikan pada instrumen yang dibuat sesai permintaan Jiwasraya sendiri dengan kesepakatan bersama beberapa manajer investasi.

Namun, 24 saham yang diinvestasikan yang dikatakan sebagai saham “gorengan” merupakan penyebab utama kerugian terjadi. Kepala Divisi Investasi Jiwasraya telah membuka suara di pengadilan dan juga telah menyampaikan kepada publik 24 saham ini.

Baca juga: IHSG Dibuka Menguat! BBCA dan TLKM Kok Turun?

24 Saham Jiwasraya

Terdapat 24 saham yang dijadikan basis dari reksadana investasi Jiwasraya. Mayoritas saham ini mengalami penurunan harga yang sangat tajam, beberapa bahkan mencapai 50 rupiah per lembar. 24 emiten ini adalah sebagai berikut:

  1. PT Darma Henwa Tbk (DEWA)
  2. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR)
  3. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)
  4. PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).
  5. PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK)
  6. Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE)
  7. PT SMR Utama Tbk (SMRU)
  8. PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY)
  9. PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI)
  10. Astrindo Nusantara Infrasruktur Tbk (BIPI)
  11. PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN)
  12. Exploitasi Energi Indonesia Tbk (CNKO)
  13. Bakrieland Development Tbk (ELTY)
  14. Himalaya Energi Perkasa Tbk (HADE)
  15. PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP)
  16. PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk (KBRI)
  17. Capitalinc Investment Tbk (MTFN)
  18. PT Hanson International Tbk (MYRX)
  19. PT Prima Cakrawala Abadi Tbk (PCAR)
  20. PT Rimo International Lestari Tbk (RIMO)
  21. Siwani Makmur Tbk (SIMA)
  22. PT Sugih Energy Tbk (SUGI)
  23. PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM)
  24. PT Sigmagold Inti Perkasa Tbk (TMPI).

Untuk para investor yang memiliki saham atau terterik pada saham-saham ini, diharapkan berhati-hati. Hal ini disebabkan harganya yang sudah jatuh sangat dalam, kapitalisasi pasarnya yang kecil, dan beberapa bahkan sudah diberhentikan perdagangannya. Sehingga, disarankan untuk menjauhi saham tersebut terutama melihat kasus Jiwasraya yang belum kunjung selesai yang dapat menjadi pengaruh pergerakan saham tersebut.

 

Tags: