Poly Network yang merupakan decentralised finance platform (DeFi) atau platform keuangan terdesentralisasi, mengumumkan peretasan di akun Twitter pada Hari Rabu (11/8). Mereka juga mengunggah rincian dompet digital yang menjadi tujuan transfer token.

Sebuah platform cryptocurrency atau mata uang kripto, telah kehilangan sekitar US$ 600 juta token digital karena diretas. Serangan peretasan itu menjadi salah satu yang terbesar di dunia mata uang kripto.

Pasalnya, hacker yang membobol platform itu bersedia mengembalikan aset kripto yang dia curi senilai US$600 juta (Rp8,6 triliun). Dalam pesan yang dibagikan perusahaan pelacakan kripto, Eliptic, hacker yang bersangkutan menjelaskan bahwa pencurian dilakukannya hanya untuk bersenang-senang, dan ingin mengekspos kerentanan platform.

“Saya tidak tertarik dengan uang. Mengembalikan uang kripto selalu menjadi rencana saya,” katanya.

BBC menyebutkan aksi pembobolan tersebut diyakini merupakan aksi peretasan mata uang kripto terbesar yang pernah ada saat ini.

Dalam keterangan resminya melalui akun twitter, Poly Network meminta maaf karena adanya serangan peretasan tersebut.

Mereka mengatakan sejumlah mata uang kripto seperti Binance Chain, Ethereum dan Polygon yang dikelola oleh Polygon Network telah dipindahtangankan secara ilegal.

Sumber: https://twitter.com/PolyNetwork2/status/1425123153009803267?s=20

Seperti BBC, Poly Network mengatakan pembobolan tersebut merupakan salah satu dari pemboboan terbesar di dunia keuangan blockchain.

Poly Network mengatakan aksi pembobolan tersebut merupakan tindakan kriminal dan harus dipertanggungjawabkan secara hukum.

Hanya saja Poly Network masih memaafkan otak dari peretasan itu jika bersedia mengembalikan seluruh keuntungan yang didapat secara ilegal.

“Kami masih membuka komunikasi dengan Anda dan segera mengembalikan aset yang diambil. Aksi Anda merupakan tindakan kriminal dan sangat tidak bijak jika Anda bertransaksi dengan keuntungan yang diperoleh secara ilegak,” tulis Poly Network dalam akun twitter resmi mereka.

Poly Network sendiri mengakui kesalahan yang ada dalam sistem mereka. Peretas itu menurut mereka memanfaatkan celah rentara antara panggilan kontrak yang ada di Poly Network. Alhasil hacker bisa mentransfer jutaan dollar dalam token ke dompet kripto terpisah yang dibuat oleh hacker. Tidak main-main saat mentransfer, hacker tersebut mengambil USD267 juta Ether, USD252 Binace dan USD85 juta token USDC.

Changpeng Zhao, Kepala Eksekutif Binance, mengatakan perusahaannya mengetahui adanya aksi peretasan tersebut.

Hanya saja mereka tidak bisa mencegah aksi tersebut karena memang ada di Poly Network.

“Saat ini kami berkoordinasi dengan semua mitra keamanan kami untuk secara proaktif membantu meski tidak ada jaminan,” ucapnya.

Mata uang kripto yang dimiliki Binance dan Ether memang dibentuk secara independen.

Dimana perusahaan penyedia keuangan seperti Poly Network merupakan perusahaan yang mengelola dan membagikan segala transaksi mata uang kripto. Ini yang membuat Binance dan Ether tidak bisa bertindak lebih dari aksi peretasan tersebut.

Baca juga: Kelompok Hacker Mencuri Bitcoin Senilai $200 juta!