Meskipun pasar cryptocurrency dalam masa pemulihan setelah aksi sell-off yang kuat pada pertengahan Maret, harga Bitcoin yang sedang goyah menyebabkan ketidakstabilan. Kondisi ini berdampak pada tutupnya penambangan terkenal di Amerika. Segera setelah Bitcoin turun di bawah ambang batas $4.000 pada 13 Maret, DPW Holdings, sebuah perusahaan holding yang terdaftar di Nasdaq, mengumumkan untuk sementara waktu menonaktifkan bisnis penambangan cryptocurrency Digital Farms.

Kebijakan Bisnis DPW Berubah

Menurut pembaruan bisnis 18 Maret yang diajukan dengan United States Securities and Exchange Commision (SEC), munculnya kabar jika Digital Farms ditangguhkan,  bersamaan dengan penutupan dan perubahan lain yang terjadi di DPW. Kebijakan ini dipilih oleh perusahaan DPW sebagai respon terhadap pandemi COVID-19.

Jika perubahan bisnis di DPW terhubung langsung dengan dampak COVID-19, Digital Farms kabarnya ditangguhkan karena jatuhnya harga Bitcoin baru-baru ini. Digital Farms ditangguhkan tanpa batas waktu.

Digital Farms dulunya dikenal sebagai Super Crypto Mining,  adalah anak perusahaan penambangan crypto yang dimiliki DPW. Dilansir dari Cointelegraph, Digital Farms menggunakan perangkat keras penambangan milik DPW sendiri yakni AntEater, yang bekerja sama dengan Samsung.  Pada Mei 2019, Digital Farms memperoleh fasilitas 617.000 kaki persegi di AS untuk meningkatkan profitabilitas penambangan secara keseluruhan dengan mendapatkan akses ke 28 megawatt daya dan infrastruktur yang mendukung hingga 300 megawatt.

Baca juga: Ujian Bitcoin sebagai Safe Haven Aset Saat Harga Saham dan Minyak Merosot

Digital Farms Umumkan Penangguhan Sebelum Bitcoin Halving

Digital Farms mengumumkan penangguhannya sebelum Bitcoin Halving pada bulan Mei. Halving merupakan salah satu event yang paling dinanti di komunitas crypto, ketika reward penambangan dikurangi 50%. Event tersebut datang setiap empat tahun sekali, Bitcoin Halving menyebabkan pertumbuhan signifikan pada harga Bitcoin.  Namun, beberapa pemain crypto memprediksi bahwa Bitcoin halving berikutnya akan berdampak kecil terhadap harga Bitcoin.

Kemudian Perusahaan analisis blockchain Glassnode melaporkan, penurunan besar pada harga Bitcoin menyebabkan ketidakstabilan bagi penambang, karena penambangan menjadi tidak menguntungkan. Hal ini memaksa sejumlah penambang untuk menghapus daya hashing mereka dari jaringan. Terjadi pula pada kumpulan penambangan Cina, F2Pool. Pada 12 Maret mereka melaporkan pendapatan pada penambangan harian Bitcoin merugi daripada harga terendah yang terjadi di bulan November dan Desember 2018.

Saat beberapa penambang mundur kondisi yang tidak menguntungkan ini, Bitcoin mengalami penurunan historis terbesar kedua dalam krisis yang pernah dialaminya. Sementara beberapa pemain industri berpikir bahwa kondisi kesulitan yang menyebabkan penurunan ini dinamakan  “siklus kapitalisasi para penambang”. Banyak yang meyakini bahwa peristiwa semacam itu menandai titik terendah di pasar.

 

Tags: