Australia akan segera mengumumkan suku bunga acuan barunya yang diprediksi akan tetap pada 0,10%. Angka tersebut terlihat tetap sejak beberapa bulan terakhir, bersama perekonomian yang mulai pulih dan Covid-19 yang mulai mereda.

Suku Bunga Acuan Australia Diprediksi Stagnan

Penentuan suku bunga acuan akan ditentukan pada 12.30 WIB pada hari ini, dan diprediksi akan mengalami stagnasi. Hal tersebut terlihat dari belum adanya urgensi untuk menurunkan suku bunga acuan kembali.

Di saat yang bersamaan, prediksi tersebut terjadi akibat belum ada urgensi juga untuk meningkatkan suku bunga acuan kembali akibat masih dalam tahap pemulihan. Ke depannya nampaknya Australia mulai mengalami pemulihan secara perlahan akibat perekonomian yang sudah mulai terbuka.

Australia menjadi salah satu negara yang sudah mulai membuka kembali negaranya secara bertahap untuk beberapa acara nasional. Festival musik dan juga turnamen tenis nampaknya juga sudah menjadi bukti bahwa Australia sudah mulai dibuka kembali.

Oleh karena itu, nampaknya saat ini perekonomian akan mulai pulih kembali akibat akses untuk beberapa perihal operasional dapat dibuka kembali. Jadi kemungkinan besar perekonomian sudah mulai mengarah kembali ke kondisi sebelum pandemi.

Perekonomian Membaik

Semua pemulihan mulai terjadi akibat cekatannya pemerintah dalam menangani kondisi Covid-19 yang sebelumnya mewabah di Australia. Australia dan Selandia Baru terlihat bekerja sama dengan kuat untuk menangani Covid-19.

Kerja sama dilakukan secara tidak langsung melalui koordinasi untuk menjaga penyebaran agar tidak bertambah. Hal tersebut terlihat efektif akibat kedua negara in menjadi negara yang terlihat pulih lebih dahulu dibandingkan negara lainnya.

Baca juga: Mayoritas Bank Eropa Libur, Bagaimana Kabar Euro?

Oleh karena itu, dengan mulai pulihnya perekonomian, diprediksi bahwa Dolar Australia juga akan mulai mengalami pemulihan kembali. Kemungkinan tersebut juga didukung oleh aset berisiko yang mulai naik kembali.

Mengingat Dolar Australia yang tergolong sebagai aset berisiko, kemungkinan besar nilainya akan pulih bersama melemahnya Dolar Amerika. Hal tersebut disebabkan mayoritas aset berisiko terpaku pada Dolar Amerika yang dianggap sebagai aset pengaman kekayaan.

Sehingga ke depannya, dengan fenomena yang juga sedang tinggi di aset berisiko lainnya, Dolar Australia akan pulih bersama perekonomian Australia.

Tags: