Neraca dagang Cina dikabarkan mengalami surplus untuk Bulan November Tahun 2020 ini. Data ini menjadi pertanda bahwa perekonomian Cina sudah mulai pulih setelah sebelumnya terimbas keras oleh Covid-19.

Neraca Dagang Cina Surplus

Setelah mengalami defisit yang cukup signifikan di awal Tahun 2020, perekonomian Cina berhasil mulai kembali pulih. Hal ini disebabkan oleh sentimen global yang nampaknya akan mulai mendorong perekonomian mayoritas negara di dunia untuk maju.

Cina yang merupakan asal virus covid-19 pertama, adalah negara yang paling pertama terkena dampak dalam perekonomiannya. Selain itu, dengan kondisinya yang sedang mengalami perang dagang dengan Amerika serta konflik perdagangan dengan beberapa negara, kondisi perekonomiannya tergolong menurun.

Sehingga, dapat dikatakan bahwa Cina merupakan salah satu negara yang terpuruk cukup dalam di akhir Tahun 2019 hingga pertengahan 2020. Tetapi, mengingat Cina yang merupakan salah satu negara terkuat di dunia, negara tersebut berhasil tetap naik setelah mengalami defisit hingga Februari.

Naiknya perekonomian dari Cina sendiri juga datang dari penyesuaian kebijakan yang nampaknya telah berhasil membuat roda perekonomian terus bergerak. Keberhasilan tersebut telah berhasil membuat Cina terus surplus dan pada Bulan November 2020 mengalami surplus sebesar $75,42 Miliar.

Tanda Pemulihan Semakin Kuat

Surplus yang datang pada bulan ini juga didasarkan atas sentimen positif yang datang secara global. Mulai dari kabar baik vaksin covid-19 yang terus positif hingga potensi stabilitas politik dari pemilihan presiden Amerika, nampaknya Cina berhasil terus memanfaatkannya.

Potensi stabilitas politik yang datang dari Amerika juga nampaknya akan terus mendorong perekonomian Cina untuk naik terutama Tahun 2021. Kemungkinan besar dengan adanya presiden baru, intensitas perang dagang akan berkurang sehingga tercipta stabilitas baru.

Selain itu, dengan mulai banyaknya vaksin yang beredar, kemungkinan besar Cina akan mulai tumbuh kembali sebagai salah satu negara terbesar dalam perekonomiannya. Sehingga, hal ini akan menandakan pemulihan tidak hanya untuk Cina namun mayoritas negara di dunia.

Baca juga: GBPUSD Berisiko Turun Akibat Boris Johnson dan Brexit

Hal ini disebabkan hubungan antara Cina dengan mayoritas negara di dunia yang merupakan rekan dagangnya. Sehingga, kemungkinan besar dengan pulihnya Cina, mayoritas negara akan mengikuti, yang membuat pemulihan secara global.

Oleh karena itu, kabar positif ini tidak hanya baik untuk Cina namun juga akan mengangkat mayoritas perekonomian dunia. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa perekonomian beberapa negara juga akan menurun akibat kemungkinan kalah perjanjian atau pangsa pasar akibat Cina atau permasalahan internal dari covid-19 yang berkelanjutan.

Tags: