Mitrabara Adiperdana tebar dividen sebesar Rp 358 yang membuat yield dividen interimnya diperkirakan sebesar 15,77%. Setelah adanya kabar ini, terlihat bahwa hari ini saham naik sekitar 20,40% yang membuat sahamnya terkena auto reject atas.

Mitrabara Adiperdana Tebar Dividen

PT Mitrabara Adiperdana Tbk. (MBAP), dikabarkan akan tebar dividen sekitar Rp 439,36 Milyar. Total dividen ini membuat pemegang satu lembar saham akan mendapatkan dividen sebesar Rp 358.

Dividen ini tergolong cukup besar yang membuat yield dividen interimnya untuk saat ini adalah sebesar 15,77%. Jumlah dividen ini telah disetujui berdasarkan keputusan sirkuler dewan komisaris dan direksi Mitrabara pada tanggal 11 Agustus 2020.

Berikut merupakan jadwal pembagian dividen interim yang akan dilakukan oleh emiten batu bara ini

  • Cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 24 Agustus 2020
  • Ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi: 25 Agustus 2020
  • Cum dividen di pasar tunai: 26 Agustus 2020
  • Ex dividen di pasar tunai: 27 Agustus 2020
  • Recording date: 26 Agustus 2020
  • Pembayaran dividen interim: 31 Agustus 2020

Saham MBAP Kena Auto Reject

Pada umumnya, mendekati cum date dividen, sebuah saham akan mengalami peningkatan harga, terutama jika saham tersebut memberi dividen yang menarik. Peningkatan harga tersebut disebabkan oleh banyaknya orang yang membeli akibat ingin mendapatkan dividennya. MBAP merupakan salah satu saham yang nampaknya mengalami pergerakan tersebut.

Baca juga: WIKA Terus Gencarkan Proyek Internasional Untuk Mendorong Kinerja

Tercatat bahwa setelah adanya kabar jumlah dividen yang akan diberikan, saham ini mengalami auto reject atas pada hari ini. Dalam waktu kurang lebih 5 hingga 10 menit, saham ini telah mengalami peningkatan sebesar 20,40%. Akibat kenaikan ini, saham MBAP diberhentikan perdagangannya pada hari ini hingga kemungkinan pekan depan.

Pemberhentian ini terjadi akibat auto reject atas akibat kenaikan saham ini yang hanya dua hari sudah mencapai sekitar 51,90%. Pada perdagangan kemarin, saham ini juga sudah naik sekitar 21,65%, yang membuat pemberhentian perdagangan hari ini menjadi lebih jelas untuk menjaga harga.

Walau belum jelas apakah kenaikan harga ini disebabkan oleh kabar dividen yang cukup besar, nampaknya alasan yang kuat saat ini hanyalah dividen tersebut. Hal ini disebabkan oleh kenaikan yang terjadi setelah adanya kabar dividen.

Alasan lain yang juga menjadi kemungkinan penyebab kenaikan adalah kinerja positif dari MBAP itu sendiri. Tercatat bahwa pendapatan MBAP naik 0,15% dari tahun lalu, dengan laba bersih yang naik sekitar 42,36% pada Januari hingga Juli 2020. Kenaikan ini terjadi akibat penurunan beban pokok pendapatan sekitar 6,12%. Selain itu, pendapatan operasi lain dan pendapatan Keuangan juga mengalami peningkatan. Sehingga kemungkinan fundamental ini juga menjadi penyebab kenaikan harga saham.

Tags: