Kritik CEO Coinbase terhadap kebijakan ekspansif Amerika dalam menangani krisis ekonomi akibat Covid-19 dapat menandakan pergeseran alat tukar utama. Pergeseran yang dimaksud adalah pergeseran pengguna bitcoin dari instrumen investasi hingga menggantikan uang fiat sebagai alat tukar utama.

Kritik CEO Coinbase

CEO Coinbase, Brian Armstrong, baru saja membuat pernyataan yang mengkritik kebijakan ekspansif melalui dana stimulus yang berikan oleh pemerintah Amerika. Kebijakan ini merupakan kebijakan yang membuat pemerintah memberikan dana sebesar $1.200 untuk masyarakat yang memiliki pendapatan di bawah $75.000 per tahun. Dana ini bertujuan untuk meningkatkan kembali konsumsi masyarakat dan kembali menggerakkan perekonomian dalam masa pandemi ini.

Namun, kebijakan ini mendapatkan beberapa kritik terutama dari beberapa tokoh besar. Salah satu contoh pengkritiknya adalah Elon Musk. Beliau menyatakan bahwa dengan mencetak uang lebih untuk membantu masyarakat justru akan menyebabkan permasalahan yang lebih banyak terhadap perekonomian.

Kritik ini juga disetujui oleh Brian Armstrong, CEO Coinbase. Beliau menyatakan dalam wawancara bahwa beliau sangat tidak setuju terhadap kebijakan pencetakan uang untuk dana bantuan yang terjadi. Ketidaksetujuan ini didasarkan atas kemungkinan munculnya masalah yang lebih besar dan ada cara lain yang lebih baik.

Namun, dengan ketidaksetujuan ini beliau menambahkan perspektif positif terhadap bitcoin dan mata uang kripto lainnya. Beliau menyatakan dengan kebijakan pencetakan uang yang lama-kelamaan akan menurunkan nilai uang fiat Dolar Amerika, masyarakat akan beralih ke bitcoin dan mata uang kripto lainnya sebagai alat tukar utama. Hal ini disebabkan asumsi beliau bahwa Dolar Amerika akan kehilangan nilainya. Sehingga perlu ada alat tukar lain yang memiliki nilai yang membuat cocoknya bitcoin dan mata uang kripto lain sebagai penggantinya.

Baca juga: 16 Platform Perdagangan Mata Uang Kripto Resmi di Filipina

Sesuai Dengan Fungsi Awal

Fungsi diciptakannya bitcoin bersama dengan mata uang kripto lainnya memang awalnya adalah sebagai alat tukar. Awalnya mata uang ini diciptakan untuk berkompetisi dengan uang fiat dan kartu kredit untuk menciptakan transparansi dan desentralisasi keuangan. Namun, dengan sifat dan pergerakan harganya, saat ini fungsinya bergeser menjadi alat investasi dan alat spekulasi pencari keuntungan.

Tetapi akibat adanya kebijakan stimulus ini, Brian Armstrong percaya bahwa akan terjadi perubahan. Pendapat ini didasari oleh observasi beliau terhadap The Fed yang dalam 10 tahun terakhir telah bergerak secara tidak efektif. Selain itu beliau juga berpendapat bahwa bitcoin dapat menjadi solusi dari beberapa permasalahan yang dihadapi oleh perekonomian global.

Beliau berpendapat melalui Twitter pribadinya bahwa perekonomian mata uang kripto baru saja akan mulai. Dengan berkembangnya dunia kripto, kebebasan dan lebih banyak kesempatan baru dalam bidang keuangan akan muncul.

Kesempatan baru yang dimaksud adalah dengan terbukanya kesempatan untuk membangun usaha dalam ruang lingkup kripto hingga lama kelamaan bertransaksi total dengan kripto. Namun, beliau menegaskan bahwa kesempatan baru ini tidak akan terjadi jika pendukung kripto masih berfokus pada asumsi kripto akan membuat kaya dengan cepat.

Dilansir dari Live Bitcoin News

Tags: